Serahkan Hibah Rp2,4 Miliar di Abiansemal Dauh Yeh Cani  Bupati Badung akan Canangkan Pelestarian Kebudayaan

7
HIBAH - Bupati Badung I Nyoman Giri Prasta saat menyerahkan secara simbolis dana hibah kepada masyarakat Desa Abiansemal Dauh Yeh Cani, Desa Adat Abiansemal, Sabtu (26/11) lalu di Wantilan Pura Dalem Gede, Abiansemal.

Mangupura (Bisnis Bali) – Pelestarian seni, adat, agama dan budaya sudah menjadi skala prioritas bagi Pemerintah Kabupaten Badung. Semua bidang pembangunan di Badung fondasinya adalah budaya sehingga ke depan Badung akan mencanangkan pengarusutamaan kebudayaan. Hal tersebut diungkapkan Bupati Badung I Nyoman Giri Prasta saat menyerahkan secara simbolis dana hibah kepada masyarakat Desa Abiansemal Dauh Yeh Cani, Desa Adat Abiansemal, Sabtu (26/11) lalu di Wantilan Pura Dalem Gede, Abiansemal. Total dana hibah yang diserahkan mencapai Rp 2,4 miliar. Acara tersebut dihadiri anggota DPRD Badung I Made Duama dan Putu Alit Yandinata, Camat Abiansemal Putu Ngr. Thomas Yuniartha, Perbekel Abiansemal Dauh Yeh Cani I Wayan Sutama dan Bendesa Adat Abiansemal I Putu Gerana.
Menurut Bupati, pengarusutamaan kebudayaan ini akan dilaksanakan di semua bidang pembangunan, sehingga segala pembangunan di Badung berlandaskan budaya. “Membangun seni, adat dan agama melalui budaya. Simpul pembangunan di Badung fondasinya budaya,” terangnya.

Dari program prioritas seni, adat, agama dan budaya itu, Bupati akan implementasikan dalam wujud pembangunan di seluruh pura kahyangan tiga desa adat se-Badung. Tak hanya itu, ke depan pura paibon juga tak luput dari perhatian Bupati. Untuk itu, masyarakat yang memiliki pura paibon diharapkan untuk didaftarkan agar mendapat surat keterangan terdaftar sehingga dapat dibantu. Bupati juga akan membentuk dharma duta di masing-masing desa adat yang akan membantu bendesa adat dalam mensosialisasikan agama dan budaya ke masyarakat.
Pada kesempatan itu Bupati menyampaikan lima skala prioritas pembangunan Badung untuk lima tahun ke depan meliputi sandang, pangan dan papan, kesehatan dan pendidikan, jaminan sosial dan tenaga kerja, seni, adat, agama dan budaya serta pariwisata. Pemkab Badung akan menjamin kebutuhan dasar masyarakat mulai dari ketersediaan beras, air, listrik hingga rumah layak huni.

Untuk bedah rumah di 2017 berjumlah 650 unit rumah dengan bantuan mulai Rp50 hingga 60 juta. Sementara rehab rumah dibantu Rp30 juta serta bantuan usaha ekonomi produktif. “Mulai Februari tahun depan sudah mulai jalan program ini,” tegasnya.

Di pendidikan, untuk SD kelas VI sebanyak 8.929 siswa dan guru mendapat laptop lengkap dengan aplikasi. Dipastikan mulai 2017 tidak boleh ada pungutan di sekolah. Kebijakan di bidang kesehatan, ada proses lahir, hidup dan mati. Melahirkan mendapat akte kelahiran, masyarakat badung yang berjumlah 465 ribu jiwa berobat gratis dengan Kartu Badung Sehat. “Berobat di puskesmas, RSUD serta di RS dan klinik yang diajak kerjasama gratis. Penunggu pasien opname juga akan kami gaji,” terangnya.
Putu Alit Yandinata selaku ketua panitia menjelaskan, bantuan dana hibah yang diserahkan bersumber dari APBD Perubahan tahun 2016. Penyerahan dana hibah secara simbolis ini guna mewujudkan terjadinya transparansi, dan dapat dilihat langsung nilai riil jumlah dana yang diterima masyarakat sehingga tidak ada persoalan di kemudian hari. Total dana hibah yang diserahkan Bupati Rp 2,4 M. Masyarakat yang menerima dana hibah di antaranya Br. Adat Tegal Rp300 juta, Br. Adat Sempidi 300 juta, Br. Adat Belawan Rp 300 juta, Br. Adat Batanbuah Rp 350 juta, Br. Adat Banjaran Rp 200 juta, Pura Segara Giri Kedampal Rp300 juta, Sekeha Gong Widya Jaya Kerti Kedampal Rp100 juta, Sekeha Angklung Sri Kandi Kedampal Rp50 juta, Pura Pesimpangan Ratu Gede Nusa Br. Kedampal Rp 50 juta, Pura Bujangga Br. Keraman Rp150 juta dan Pecalang Br. Batanbuah Rp300 juta. (sar/)

BAGIKAN