Perbarindo Bali Gelar Pelatihan ”Security”  

15
Peserta pelatihan berfose bersama intruktur dari Polres Badung, dan pengurus DPD Perbarindo Bali. (kup/)

Denpasar (Bisnis Bali) – Guna memberikan keamanan dan kenyamanan layanan kepada nasabah bank perkreditan rakyat (BPR), DPD Perbarindo Bali, Sabtu (26/11) menyelenggarakan kegiatan pelatihan security peningkatan kewaspadaan dan deteksi dini kejahatan di lingkungan kantor BPR Provinsi Bali. Kegiatan pelatihan bertempat di Hotel Neo antara lain dihadiri Wakil Ketua DPD Perbarindo Bali, Gusti Ngurah Gede Budiawan, dan Bendahara Perbarindo Bali, Made Mudastra.

Sekretaris DPD Perbarindo Bali, Ketut Komplit di sela-sela membuka kegiatan pelatihan security mengatakan, BPR sebagai perbankan yang memberikan layanan kepada masyarakat perlu memberikan rasa nyaman kepada masyarakat yang sudah percaya pada BPR.

Ia menjelaskan, kegiatan pelatihan ini bertujuan untuk meningkatkan peran seorang security meningkatkan kewaspadaan kemungkinan kejahatan yang bisa terjadi di lingkungan BPR masing-masing kantornya.

Dipaparkannya, melalui kegiatan pelatihan, tenaga security bisa memberikan nilai tambah pada kantornya masing-masing. Ini terutama untuk pintu pertama tenaga security sebagai garda terdepan dalam melayani customer atau masyarakat. Seorang security wajib memiliki kualitas dan dasar pelayanan yang baik.

Dipaparkannya, salah satu tugas security pengamanan di lingkungan kantor BPR masing-masing. Dengan kegiatan pengamanan tersebut BPR diharapkan terhindar dari kemungkinan kejahatan yang sudah diprediksi oleh Satpam.

Lebih lanjut dikatakannya, pelatihan ini khusus melibatkan security atau petugas pengaman. Peserta pelatihan sekitar 55 orang dari BPR di Bali. Ini terutama BPR yang mempekerjakan tenaga Satpam. Mereka sangat antusias berkumpul. Mereka  dilatih instruktur dari Polres Badung yang membidangi masalah Bimas.

Para peserta diyakini mendapatkan pembekalan dari Polres Badung. Ini untuk menyiapkan peserta menjadi seorang security yang baik dan dengan  pengetahuan terbaru terkait pengamanan. “Akhirnya mereka memiliki standar pengamanan minimum memenuhi harapan konsumen  perbankan dan  masyarakat yang datang merasa aman dan dilayani dengan baik oleh security,” katanya.

Ia menegaskan, security mampu memberikan rasa aman dan nyaman kepada masyarakat bertransaksi keuangan di BPR. Ini tentunya tenaga security dituntut mampu memberikan pelayanan yang baik.

Ketut Komplit menegaskan, tugas security tidak hanya dari pengamanan saja. Dalam bidang security memiliki dua fungsi meliputi fungsi pengamanan dan  fungsi pelayanan. Fungsi pelayanan, security harus memiliki standar pelayanan yang baik kepada masyarakat atau customer. Bagaimana security ini melakukan tegur sapa salam untuk tiap yang datang, sehingga mereka merasa dihargai dan dilayani seluruh personil yang ada di BPR.

Koordinator instruktur pelatihan security, Wayan Suana dari Polres Badung didukung dengan 12 personil. Suana mengingatkan peranan, fungsi dan tugas pokok seorang security atau satpam. Ini lebih banyak  merupakan penyegaran dan mengingat kembali tugas pokok seorang satpam. Peranan satpam di antaranya juga  membantu tugas kepolisian. Satpam pengayom dan pelindung masyarakat. Security BPR harus memahami tugas dan tanggung jawab. Ini termasuk memahami karakater nasabah termasuk memahami wilayah  tugas dan tanggung jawab dari tenaga satpam atau security.   (kup/)