Aneka Camilan dari Olahan Salak Bali

13

DI sejumlah pusat oleh-oleh, banyak ditawarkan olahan salak Bali sebagai oleh-oleh khas Bali. Ini merupakan terobosan yang dilakukan para petani untuk mengantisipasi produksi salak yang berlebihan sehingga harga jual salak dapat dikendalikan saat panen raya.
Saat panen raya harga salak Bali yang sebelumnya Rp 15 ribu per kilogram akan turun drastis ke harga Rp 2.500 per kilogram. Kondisi ini tentunya sangat merugikan petani. Untuk menanggulangi persoalan tersebut, pengolahan pascapanen memang sangat dibutuhkan. “Sejumlah petani salak di Karangasem dan Pupuan Tabanan sudah saya latih tentang pengolahan pascapanen,” kata  Dr. Ir. I  Ketut Sumantra, M.P., dosen Fakultas Pertanian Universitas Mahasaraswati Denpasar. Pengolahan pascapanen mampu menekan kerugian yang diderita petani akibat turunnya harga. Dengan diolah menjadi berbagai produk penganan, petani akan memperoleh tambahan nilai ekonomis.
“Salak dapat diolah menjadi berbagai jenis camilan seperti keripik salak, dodol salak, manisan salak, bolu dan sirup salak serta pie susu dengan selai salak.  Untuk meningkatkan nilai tambah khususnya buah salak Bali, pemanfaatan limbah biji salak menjadi kopi salak dengan harga yang menjanjikan bagi petani juga telah dilakukan,” katanya.*pur