Sambut Hari Guru, PGRI Badung Gelar Donor Darah Pecahkan Rekor, PMI Beri Apresiasi  

15
  ist DONOR - Sambut hari guru tahun 2016 dan HUT PGRI Ke-71, ratusan guru yang tergabung dalam PGRI Badung menggelar aksi donor darah, Jumat (25/11) di Kantor Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga Kabupaten Badung.

Mangupura (Bisnis Bali) – Sambut hari guru tahun 2016 dan HUT ke-71 PGRI, ratusan guru yang tergabung dalam PGRI Badung menggelar aksi donor darah, Jumat (25/11) kemarin di Kantor Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga Kabupaten Badung. Dalam aksi donor darah tersebut, PGRI Badung menggandeng pihak PMI Badung untuk mengumpulkan kantong darah yang didonorkan.  Dari aksi sosial tersebut pihak PMI Badung berhasil mengumpulkan ratusan kantong darah.
Ketua PGRI Badung, Wayan Tur Adnyana mengungkapkan, kegiatan yang dilakukan ini serangkaian dengan hari guru dan HUT ke-71 PGRI. Selain menggelar kegiatan jalan santai, pihaknya juga menggelar aksi sosial yakni donor darah dan penyerahan 3 buah kursi roda untuk keluarga guru yang mengalami musibah.
”Jumlah guru semua tercatat 7.300 orang, tetapi tidak semua bisa ikut donor  darah, yang mendaftar 275 orang.  Namun yang bisa diambil darahnya 145 orang. Mudah-mudahan program Badung sehat ini terus bisa berjalan dan ke depan kita akan programkan setiap tiga bulan anggota kami akan melakukan donor darah,”ujarnya.
Sementara Ketua PMI Badung , Kompyang R. Swandika mengapresiasi kegiatan tersebut. Hal ini adalah bentuk kepedulian dan kepekaan sosial para guru di Badung. ”Kita telah menandatangani MoU dengan RSUD Mangusada Badung, bahwa kita sudah membetuk bank darah , begitu pula dengan  stok darah kita aman. Untuk darah cadangan juga sudah ada.
Menurut Sekkab Badung itu, donor darah kali ini adalah pemecah rekor di Kabupaten Badung. Ini merupakan pendonor terbanyak. Kita kan sering bekerja sama dengan organisasi kemasyarakatan untuk menggelar kegiatan donor darah, namun kali ini adalah peserta terbanyak,”paparnya.
Lebih lanjut ia mengungkapkan, dengan jumlah pendonor terbanyak kali ini, para guru di Badung ikut komit dalam program Badung sehat. “Kami juga mengapresiasi adanya komitmen para guru di Badung untuk mendonorkan darahnya tiap tiga bulan. Jadi bisa kita ibaratkan, dengan melakukan donor darah rutin, tubuh akan memproduksi darah segar kembali, dengan produksi darah segar, maka pikiran juga akan sehat dan segar, ini pun juga akan berdampak pada anak didik guru tersebut. Gurunya memiliki pemikiran yang segar dalam membelikan pembelajaran,” terangnya. (sar/)

BAGIKAN