”Investment Banking” Diprediksi lebih Menarik  

18

Denpasar (Bisnis Bali) – Investment banking atau bank investasi diprediksi akan lebih menarik bagi masyarakat pada masa mendatang. Masyarakat selain menyimpan dana dalam bentuk tabungan, giro atau deposito, mereka juga mendapatkan keuntungan di sisi lain dalam bentuk investasi.

Pimpinan BNI Kanwil Denpasar, AAG Agung Dharmawan di Sanur, Kamis (24/11) kemarin mengatakan, tidak menutup kemungkinan bank tidak hanya fokus pada rate atau konvensional banking, namun berkembang ke investment banking. Perbankan perlu melakukan berbagai inovasi untuk meningkatkan pertumbuhan dana pihak ketiga (DPK).

“Berbagai inovasi produk atau program skim-skim baru yang menarik perlu dilakukan. Bukan hanya dari dana repatriasi karena dana di rumah masih tergolong banyak yang belum terserap perbankan,” katanya.

Itu bisa dilihat masih adanya kasus investasi bodong. Masyarakat tergiur investasi bodong karena menganggap bank kurang menarik. Misal, bunga deposito hanya 7-7,25 persen, sehingga kurang menarik. Sementara, oknum investasi bodong bisa menawarkan bunga berlebih. Untuk itu, kata Agung Dharmawan, upaya peningkatan DPK arahnya bukan menaikkan suku bunga deposito. Sesuai harapan pemerintah dengan masuknya dana repatriasi maka iklim investasi harus meningkat dengan suku bunga rendah.(dik)

BAGIKAN