Disaingi Salak Pondoh Salak Gula Bali tetap Diminati Pasar

16
Salak Gula Bali tetap Diminati Pasar

DULU kalau ada orang yang melancong ke Bali, selalu membawa oleh-oleh salak Bali. Salak Bali begitu terkenal dan menjadi salah satu ikon pariwisata Bali.

Namun saat ini salak Bali perlahan mulai ditinggalkan. Oleh-oleh khas Bali sekarang bergeser ke pie susu. Sementara masyarakat lokal Bali cenderung memilih salak pondoh. Lalu bagaimana nasib para petani salak?
“Salak Bali mulai berkurang peminatnya,  tetapi bukan salak gula pasir ya,” kata Dr. Ir. I Ketut Arnawa, M.P., Wakil Rektor IV Unmas Denpasar. Salak gula pasir tetap unggul dan jadi pilihan masyarakat, namun produksi terbatas. Sementara salak Bali lainnya mulai bergerak peminatnya.
Salak Bali yang selama ini terkenal dan disukai adalah salak Sibetan, Karangasem. Rasanya lebih manis meski bercampur sedikit rasa asam. Namun cita rasa ini sangat disukai, baik masyarakat lokal maupun wisatawan domestik. Sementara salak Bali yang ditanam di luar Sibetan, seperti daerah Tabanan rasanya cenderung sepet sehingga tidak disukai.
Sayangnya belakangan pemasaran salak Bali sudah tidak dapat dikontrol. Salak yang dari daerah lain dibawa ke pasar Sibetan, lalu dikirim keluar dan dikatakan sebagai salak Sibetan. Hal ini berdampak pada hilangnya kepercayaan pasar pada salak Sibetan, dan memilih beralih pada salak pondoh yang dari cita rasa cenderung manis dan tidak ada yang sepet.(pur)