Miliki Potensi Tingkatkan Perekonomian Pisang Cavendish mulai Dikembangkan di Buleleng

17
Bibit tanaman pisang Cavendish (ira) 

Singaraja (Bisnis Bali) – Dalam mengembangkan tanaman varietas baru, khususnya di Kabupaten Buleleng, pada dasarnya harus memahami terlebih dahulu indeks kepemilikan lahan oleh petani Bali yang hanya sekitar di bawah 0.5 hektar per KK, sehingga dapat secara tepat memilih komoditi yang nilai omzetnya besar.

Di samping itu, faktor-faktor lain juga harus dipertimbangkan, seperti marketable, feasible, low risk, margin provit tinggi dan bankable agar tidak busuk sebelum jadi uang atau bahkan merugikan petani akibat over suplai panen yang terjadi secara bersamaan.

Menurut Praktisi Pertanian Inovatif, Wayan Supadmo, ketika diwawancarai Bisnis Bali, Selasa (22/11), di Kabupaten Buleleng, saat ini sedang dikembangkan berbagai tanaman hortikultura seperti, tanaman buah varietas baru yakni jeruk dekopon, kelapa genjah, lada, buah naga, durian musangking kaki tiga, pinang dan lainnya.

Dikatakan, saat ini di beberapa kecamatan di Buleleng mulai dibudidayakan tanaman pisang jenis baru, yakni pisang cavendish yang merupakan bibit kultur jaringan yang tersebar di Desa Gerokgak, Tajun dan Tejakula. Pisang cavendish merupakan komoditi  buah  tropis  yang sangat popular di Indonesia bahkan hingga dunia, dan pisang ini lebih dikenal dengan sebutan pisang Ambon Putih.

“Selain cavendish saya juga sudah tanam pisang barangan kultur jaringan di depan Puri Carang Sari Petang dan bisa dilihat oleh masyarakat luas dan mampu menginspirasi para petani,” jelasnya.(ira)