Lebih Transparan, Perbankan Salurkan Bansos Nontunai  

25
  suasana pencairan dana bansos secara nontunai  (dik)

Denpasar (Bisnis Bali) – Penyaluran dana bantuan sosial (bansos) kini diarahkan ke nontunai. Harapannya, bansos bisa lebih transparan, penerima bantuan mudah dalam pengawasan dan dapat memberdayakan layanan keuangan inklusi.

Direktur Pengawasan Lembaga Jasa Keuangan OJK Regional VIII Bali dan Nusa Tenggara, Nasirwan di sela-sela penyerahan bantuan dana bansos oleh BNI di Banjar Dangin Peken, Desa Pakraman Intaran, Sanur (22/11) kemarin mengatakan, dengan penyaluran bantuan dana bansos maupun subsidi secara nontunai akan memberikan banyak manfaat, seperti menghindari potensi penyunatan dana bansos serta lebih efisien.

“Keluarga penerima manfaat (KPM) nantinya tidak perlu antre berlama-lama untuk mengambil bantuan yang sudah disalurkan,” katanya.

Dengan mekanisme ini, menurut Nasirwan, juga sekaligus dapat mengedukasi masyarakat untuk menabung sehingga nantinya KPM ini dapat mengontrol keuangan yang notabene dana bansos tersebut sewaktu-waktu kesejahteraannya akan dapat lebih meningkat. “Setidaknya dengan ini, KPM dapat lebih mengontrol keuangan dan penerima bantuan bisa terputus dari rantai kemiskinan dan bisa betul-betul memanfaatkan fasilitas atau bantuan tersebut dengan sebaik-baiknya,” harapnya.

Pemimpin  BNI Kantor Wilayah Bali, NTB dan NTT, AAG Agung Dharmawan di tempat sama mengatakan, bank mulai menyalurkan dana bansos nontunai Program Keluarga Harapan (PKH) yang merupakan program dari Kementerian Sosial Republik Indonesia. Periode pertama ini, pihaknya akan menyalurkan di dua kabupaten/kota yakni Jembrana dan Denpasar dengan jumlah dana Rp 5,6 miliar.(dik)

BAGIKAN