Ketut Dharma Siadja Terpilih Ketua Asephi Bali Saring Pengurus Berkarakter “Entrepreneurship”  

32
Didampingi Wakil Ketua BPP Asephi Pusat, Ketua BPD Asephi Bali dan Ketua Panitia Mustda, Kabid PLN Disperindag Bali Made Suwastika mewakili Kadis Perindag Bali memukul gong tanda Musda BPD Asephi Bali di mulai (sta)

Denpasar (Bisnis Bali) – Memilih pemimpin mesti memiliki karakter dan berjiwa wirausaha. Apalagi memimpin suatu organisasi besar yang mewadahi para pengusaha dan produsen kerajinan yang membidik pasar ekspor. Maka pemimpinnya mesti berkarakter entrepreneurship. Hal ini dikatakan Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Perindag) Bali, Ni Wayan Kusumawathi, S.H., M.Si., dalam sambutannya yang dibacakan Kabid Perdagangan Luar Negeri (PLN), I Made Suwastika, Selasa (22/11) saat membuka Musda BPD Asephi Bali 2016 di Hotel Five Denpasar. Dalam Musda Asephi Bali ini, Ketut Dharma Siadja terpilih kembali menjadi Ketua BPD Asephi Bali periode 2016-2021 mengungguli perolehan suara dari rivalnya Gede Arjawa dan Wayan Gede Arsania.

Menurutnya, pada era globalisasi kondisi pasar berkembang dengan berbagai tantangan, kendala dan peluang. Dengan transparansi pasar mengakibatkan persaingan makin ketat, sehingga mengharuskan semua pelaku ekonomi mengantisipasi secara efektif dan efisien agar dapat bersaing.

”Ke depannya kami ingin mengajak pelaku usaha yang menjadi anggota Asephi mengubah tantangan menjadi peluang. Lebih-lebih saat ini di era MEA anggota Asephi berperan memacu ekspor ke seluruh negara di dunia. Kita ketahui bersama di era globalisasi sekarang ini ditandai dengan 5T yang mengglobal, yakni transportasi, teknologi, telecomunication, trade dan tourism. Semua negara berupaya mengkondisikan arus dan dampak dari globalisasi. Salah satunya negara-negara ASEAN, termasuk Indonesia,” katanya sambil menyebutkan para kandidat calon Ketua Asephi Bali semuanya berkarakter entrepreneurship.

Dijelaskan, makna globalisasi adalah keunggulan dan kompetensi. Artinya yang mampu menghadapi globalisasi hanya yang unggul mampu ikut berkompetensi. Bahkan akan menjadi pemenangnya. Maka menjadi tugas bersama membangun pelaku industri yang unggul mampu menang bersaing di era globalisasi.  (sta)

BAGIKAN