Gunakan Dana tak Terduga, Bupati Badung Gerak Cepat   Tangani Jalan Longsor di Angantiga dan Sulangai, Petang  

15

Mangupura (Bisnis Bali) –Tak mau buang-buang waktu karena menyangkut pelayanan publik, Bupati Badung Nyoman Giri Prasta, S.Sos. langsung bergerak cepat untuk menangani kasus bencana yang terjadi di wilayah Badung. Salah satunya jalan longsor yang terjadi di Desa Angantiga dan Sulangai Petang.

Saat meninjau kedua jalan longsor tersebut, Senin (21/12) kemarin, Bupati Giri Prasta didampingi Kadis Bina Marga dan Pengairan (BMP) IB Surya Suamba memastikan kasus longsornya jalan ini masuk kategori bencana alam. Walaupun ruas jalan ini merupakan jalan provinsi, katanya, bukan berarti tak ada tanggung jawab dari Kabupaten Badung.

Karena PU provinsi tak menganggarkannya pada tahun ini dan jalan ini merupakan fasilitas publik yang digunakan masyarakat, Bupati Badung pun menyatakan langsung bergerak. “Kami memiliki dana tak terduga yang dapat digunakan untuk menanggulangi kasus bencana termasuk jalan longsor ini,” tegasnya sembari menambahkan, pihaknya sudah menggelar rapat khusus penanganan longsor ini pada Sabtu dan Minggu (20/11) yang lalu.

Dalam skup yang lebih besar, Bupati mencontohkan saat kasus tsunami di Aceh. Presiden pun pada waktu itu menggunakan dana APBN untuk melakukan penanganan maupun penanggulangan pascabencana. “Ini karena ada pos dana tak terduga yang bisa dimanfaatkan,” tegas politisi PDI Perjuangan tersebut.

Terkait dengan biaya yang diperlukan, Bupati menyatakan telah siap. Yang penting berdasarkan kajian yang akuntabel dan transparan, Badung siap terhadap dana yang dibutuhkan. “Astungkara, kami targetkan, kedua proyek ini selesai dalam dua bulan,” katanya.

Ditanya apakah tidak perlu meminta izin provinsi untuk mengerjakan proyek ini, Bupati menyatakan tetap akan mengikuti mekanisme. Hal ini karena proyek harus dilakukan secara bersinergi karena merupakan jalan provinsi tetapi lokasinya di Badung. “Yang penting tak ada saling lempar tanggung jawab,” katanya.

Pada kesempatan itu, Bupati mengaku belum mau membicarakan soal tonase kendaraan yang boleh melewati jalan itu. Tahap pertama yang dilakukan adalah proses pengamanan. Secara teknis, jalan ini diperbaiki dengan menggunakan tiang pancang, selanjutnya ada senderan dan teknis lainnya. Setelah itu, pihaknya baru akan berhitung terhadap tonase kendaraan yang boleh lewat di jalan ini.

Selanjutnya, tegasnya, Bupati juga berencana membangun rest area di tempat ini. Selain untuk beristirahat, katanya, rest area juga bisa digunakan untuk menikmati pemandangan eksotis yang ada di sekitar area tersebut. “Jalan ini kami pastikan akan dilengkapi dengan rest area,” katanya.

Sementara itu, Kadis BMP IB Surya Suamba memastikan volume proyek ini sepanjang 30 meter dengan kedalaman 50 meter. “Dana yang dihabiskan diperkirakan sekitar Rp 2 miliar,” katanya.

Ditanya apakah tak perlu melakukan proses lelang terhadap proyek ini, Kadis menegaskan, proyek ini bisa dikerjakan dengan penunjukan langsung. “Ini bisa dilakukan karena masuk kategori bencana alaman,” katanya.

Selain Kadis Bina Marga dan Pengairan, saat peninjauan lapangan, Bupati juga didampingi oleh Camat Petang Gusti Putu Ariawan dan Kepala Desa Petang I Wayan Suryantara. Tampak hadir Kabid Pengairan AA Dalem. (sar/)