Wisatawan Eropa akan Beralih ke Bali

17
Kedatangan wisatawan Eropa ke Bali akan meningkat di tengah semakin renggangnya hubungan Amerika dan Eropa akibat  saat kampanye Presiden Donald Trump  yang kontroversial. (kup)  

Denpasar (Bisnis Bali) – Kebijakan Presiden terpilih Amerika Serikat, Donald Trump yang disampaikan saat kampanyenya bisa mempengaruhi pariwisata Indonesia. Dewan Pembina GIPI Bali, Bagus Sudibya, Minggu (20/11) mengatakan, janji kampanye Donald Trump yang akan mencegah kaum Muslim masuk wilayah Amerika Serikat dan mengancam “meninggalkan sekutu-sekutunya” akan menyebabkan wisatawan Eropa yang biasa berlibur ke AS akan beralih ke Indonesia.

Ia mengungkapkan, pernyataan Donald Trump tentu membuat cemas komunitas global. Pernyataan Donald Trump akan menyebabkan ada jarak antara hubungan pasar Eropa dan Amerika. Wisatawan yang sebelumnya menggandrungi Amerika akan membatasi diri ke Amerika.

Ia menjelaskan, wisatawan Eropa akan memilih alternatif berlibur ke Indonesia. Satu juta wisatawan Eropa ke Bali memiliki potensi lama tinggal sama dengan 12 juta room night. Uang dibelanjakan wisatawan Eropa 165 dolar AS per malam. Uang yang dibelanjakan wisatawan dari pasar Eropa ini tertinggi dibandingkan dengan pasar yang lain.

Dipaparkannya, kedatangan 1 juta wisatawan Eropa sama dengan kedatangan 4 juta wisatawan Asia. Wisatawan dari Cina, Jepang, dan Korea rata-rata menginap 3 malam. (kup)

BAGIKAN