Stimulus Daya Beli Masyarakat, Kontribusi Bank masih Rendah  

20

Denpasar (Bisnis Bali) – Kinerja perbankan Bali hingga triwulan III 2016 tergolong membaik, khususnya pada penyaluran kredit dan penghimpunan dana pihak ketiga yang tumbuh. Kendatai demikian, kalangan perbankan menilai kontribusi perbankan tersebut masih rendah untuk menstimulus daya beli masyarakat.

Wakil Ketua Umum Kadin Bali Bidang Fiskal dan Moneter, IB Kade Perdana di Sanur, Minggu (20/11) kemarin mengatakan, secara umum kinerja perbankan daerah Bali menggambarkan kondisi yang kurang menggembirakan dan kontribusinya masih sangat rendah dalam upaya menstimulus kondisi daya beli masyarakat yang lagi lesu. Hal tersebut tercermin dari realisasi kredit yang hanya tumbuh 9,93 persen atau Rp 6,841 triiyun. Termasuk, bila dibandingkan outstanding kredit pada September 2015 Rp 68,928 triliun dengan Septemebr 2016 menjadi Rp 75,769 triliun (yoy).

“Rendahnya realisasi kredit sejalan dengan rendahnya kemampuan perbankan memobilisasi dana pihak ketiga yang hanya tumbuh 5,19 persen atau Rp 4,309 triliun dari September 2015 mencapai Rp 83,95 triliun dibandingkan September 2016 mencapai Rp 87,334  triliun (yoy),” katanya. (dik)

 

BAGIKAN