Penarikan Agunan, BPR Berpatokan Kesepakatan dengan Debitur

36

Mangupura (Bisnis Bali) – Guna menyelesaikan kredit bermasalah, bank perkreditan rakyat (BPR) berpeluang menerapkan kebijakan untuk mengambil alih agunan nasabah. Sekretaris DPK Perbarindo Badung, Wayan Eka Sudirta, Senin (14/11) mengatakan, pemberlakuan agunan yang diambil alih (AYBA) didasarkan kesepakatan debitur dan BPR.

Ia mengungkapkan, AYDA merupakan kebijakan yang bisa diambil BPR mengikuti POJK.  Ini dilakukan ketika debitur menghadapi posisi wanprestasi. Mereka tidak mampu memenuhi kewajibannya membayar angsuran kredit sehingga bisa ditampung dalam pos AYDA. Posisi AYDA ini diperhitungkan dalam jangka waktu setahun.

Dirut BPR Parasari Sibang ini  menjelaskan ketika AYDA ini dijual lebih kecil dari nilai kreditnya, ini berarti kerugian bagi bank. Sebaliknya, jika AYDA dijual lebih tinggi dari nilai kredit debitur maka keuntungan bagi bank. Langkah ini bisa dilaksanakan karena debitur menyerahkan sepenuhnya jaminan kepada bank. (kup)