Terbuka, Peluang Wanita Berwirausaha di Era MEA Dari Ajang HUT Ke-5 Pesemetonan Agung Pratisentana Sri Nararya Kenceng

29

Tabanan (Bisnis Bali) – Peluang bagi wanita Bali untuk terjun sebagai pelaku usaha (wirausaha), khususnya di era perdagangan bebas Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) sangat terbuka. Peluang itu ada di semua sektor dan tidak selalu mensyaratkan harus memiliki modal usaha sebagai awal memulai wirausaha.

Demikian diungkapkan Managing Director Moritz Logistics Indonesia, Made Herry Erika Sedana, A.Md., S.E., di sela-sela Workshop “Ayo Berwiraswasta dan Tata Kecantikan, serta Lomba Memasang Pusung Tagel, Lomba Busana ke Pura Tingkat TK, SD, SMP, dalam rangkaian HUT ke-5 Pesemetonan Agung Pratisentana Sri Nararya Kenceng” di Gedung Mario Tabanan, Sabtu (12/11) lalu.

Kegiatan yang digelar Bisnis Bali bekerja sama dengan LPK Agung, Moritz Logistics dan WHDI Kabupaten Tabanan ini dihadiri oleh Pengelingsir Puri Agung Tabanan, Ida Tjokorda Anglurah Tabanan yang sekaligus membuka acara workshop. Pakar kecantikan dari Lembaga Pelatihan dan Kursus (LPK) Agung, Dr. Dra. AA Ayu Ketut Agung, M.M., dan Ketua WHDI Kabupaten Tabanan Nyonya Putriningsih Wirna Ariwangsa.

Erika Sedana mengungkapkan, sekarang ini wirausaha itu penting dan tengah didorong oleh pemerintah melalui UKM. Imbuhnya, ada dua sisi yang melatarbelakangi. Pertama bila dilihat dari sisi kehidupan berumah tangga untuk kalangan wanita. Meski suami sudah memiliki penghasilan yang tetap, seberapa pun kontribusi wanita dengan berwirausaha pasti akan membantu ekonomi keluarga. Kedua, pengalaman sebelumnya telah memberi pembelajaran berarti buat Indonesia ketika mengalami krisis ekonomi pada era 1997, bahwa sektor UKM atau wirausahalah yang terbukti mampu kembali membangkitkan Indonesia dari keterpurukan dampak krisis ekonomi.(man)