Sejak beberapa tahun belakangan ini, kondisi ekonomi makin lesu. Hal ini berdampak pada bisnis jasa keuangan. Untuk mengantisipasi banyaknya dana idle (parkir-red), bank menurunkan bunga pinjaman. Ternyata, turunnya bunga kredit mampu memerangi rentenir. Lantas apa saja usaha para rentenir untuk mendapatkan nasabah?

SELAMA ini, rentenir tidak pernah hilang. Masyarakat masih cukup banyak membutuhkannya. Lantaran pelayanan para rentenir cukup mudah dan cepat, bahkan para rentenir di pusat perdagangan sangat ditunggu-tunggu para pelaku usaha. Sering terjadi kondisi jual beli barang murah, pelaku usaha yang tidak memiliki dana cukup namun dapat memanfaatkannya dengan mendapatkan pinjaman dari rentenir sehingga memperoleh keutungan besar.

”Kami pelaku usaha di pasar besar sangat perlu dana dadakan. Memang bunganya jauh lebih besar dari bunga bank, tetapi sekarang meminta pinjaman, dan langsung diberikan. Kami sering memohon pinjaman ke bank dan lembaga keuangan yang buka kantor di pasar, tetapi prosesnya rumit dan proses persetujuan serta cairnya pinjaman perlu waktu beberapa hari. Kami perlu dana langsung. Jika tidak, peluang mendapatkan barang murah akan hilang,” kata salah seorang pelaku usaha di salah satu pasar besar di Denpasar.

Salah seorang rentenir sebut saja namanya Budi (bukan nama sebenarnya) sudah berprofesi menjadi rentenir belasan tahun. Awal mulanya menekuni pekerjaan jasa keuangan tanpa izin karena dibutuhkan masyarakat. Pihaknya mengaku tak pernah ada keinginan menjadi pelaku usaha keuangan ilegal, namun karena desakan pelaku usaha, dia pun menjalani bisnis ini sebagai pekerjaan sambilan. Kemudian dalam perjalanannya, usaha rentenir berjalan lancar. Walaupun ada masalah, tidak banyak. Keuntungannya pun cukup tinggi dan lancar. Hanya, belakangan ini nasabah turun drastis. ”Kami sebagai rentenir merasakan sekali belakangan ini nasabah menurun. Penyebabnya tidak pasti, apa karena terjadi pelesuan ekonomi atau karena suku bunga bank turun sehingga masyatakat banyak yang pinjam ke bank atau karena faktor lainnya,” tanya Budi. (sta)

BAGIKAN