Beri Apresiasi, Fraksi Gerindra Sampaikan Lima Pokok Pikiran

21

Mangupura (Bisnis Bali) – Sejumlah saran dan masukan membangun kepada Bupati Badung Nyoman Giri Prasta disampaikan Fraksi-fraksi di DPRD Badung dalam Rapat Paripurna DPRD Badung, Jumat (11/11) kemarin.

Rapat paripuna dengan agenda pemandangan umum (PU) fraksi-fraksi dipimpin Ketua DPRD Badung I Putu Parwata didampingi Wakilnya I Nyoman Karyana dan I Made Sunarta juga dihadiri Bupati Badung Nyoman Giri Prasta bersata Wabup I Ketut Suiasa.

Fraksi Gerindra dalam PU-nya yang dibacakan I Gede Aryantha menekankan lima poin pokok pikiran serta arahan mendasar untuk implementasi program kegiatan, yakni masalah kemiskinan dan rentan, pemerataan pembangunan, permasalahan gepeng, pertanian, dan kemacetan.

Pertama, terkait dengan kemiskinan dan rentan, kata Aryantha, berdasarkan data Tim Nasional Program Penanggulangan Kemiskinan (TNPPK) Jakarta, tingkat kemiskinan atau yang sekarang disebut tingkat kesejahteraan, Badung masih memiliki 2% lebih atau sekitar 15 ribu orang, dan yang rentan sekitar 2-3 ribu orang.

Mengenai hal itu, Pemkab Badung pada RAPBD tahun anggaran 2017 telah merangcang program pembangunan rumah layak huni (bedah rumah) 625 unit yang per unit Rp55 juta. Kemudian rehabilitasi dianggarkan Rp30 juta. Fraksi yang diketuai I Kadek Sudarmaja dan Wakil Ketua I Made Subawa ini memberikan apresiasi akan hal itu.

“Diharapkan tahun 2018 bedah rumah dan rehabilitasi rumah dapat dituntaskan,” kata politisi asal Desa Canggu, Kuta Utara ini.

Kedua, terkait dengan pemerataan pembangunan, Fraksi Gerindra menilai masih dijumpai disparitas dan kesenjangan pelaksanaan pembangunan antarsektor. Untuk itu, Fraksi Gerindra yang beagotakan enam orang ini mendorong agar tingginya APBD dapat diimbangi dengan dengan pemerataan pembangunan antarsektor sesuai dengan. potensi wilayah.

Ketiga, permasalahan gepeng. Kata Aryantha, pemecahan masalah gepeng (gelandangan dan pengemis) jangan hanya dilihat sebagai bentuk kegiatan yang dapat mengganggu ketertiban dan kenyamanan masyarakat khususnya di kawasan pariwisata. Dengan pandangan demikian, permasalahan klasik gepeng ini tidak pernah dilakukan secara tuntas.

Berkenaan dengan itu, Fraksi Gerindra menyarankan agar dapat disediakan rumah singgah atau rumah pintar. Di rumah tersebut dapat dilaksanakan pembinaan, advokasi, konseling dan peningkatan kecakapan atau keterampilan terhadap para gepeng. Dengan demikian, ketika para gepeng ini kembali ke masyarakat, keterampilan yang diperoleh dapat diterapkan untuk memenuhi kehidupanya.

Keempat, pertanian. Pertanian hendaknya dilaksanakan sejalan dengan bidang kepariwisataan. Mengingat kedua bidang tersebut memiliki dampak yang siknifikan terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat. Untuk itu, Fraksi Gerindra mendorong agar penguatan terhadap program-program strategis. Seperti peningkatan fungsi dan peran PPL pertanian dapat dimaksimalkan.

Selain itu, untuk meningkatkan minat genarasi muda, penggarapan pertanian selain dilakukan secara tradisonal, juga baik dilakukan dengan alih teknologi. Seperti pertanian hidroponik. Pertanian sistem ini dapat dilakukan dengan kerja sama dengan perguruan tinggi. “Ini sangat penting agar generasi muda dapat menggeluti bidang pertanian,” kata Fraksi yang beranggotakan, I Gede Aryantha, I Made Sudarta, I Made Wijaya dan I Nyoman Sentana.

Kelima, kemacetan. Kemacatan telah menjadi pemandangan sehari-hari. Terlebih di kawasan pariwisata, seperti Kuta dan sekitarnya. Fraksi Gerindra memberikan apresiasi terhadap rencana Bupati Giri Prasta membuatkan parkir bertingkat dan lift parkir. Selain itu, kata dia, sangat penting dilakukan pembatasan kendaraan yang masuk ke wilayah pariwisata. Khususnya kendaraan besar pengangkut wisatawan, truk-truk besar yang serta kendaraan besar lainnya. “Ini menjadi sangat penting untuk mengurai kemacetan,” katanya. *sar/*

BAGIKAN