PNM Genjot Kapasitas UMK Singaraja

73
 Kegiatan Pengembangan Kapasitas Usaha (PKU) bertemakan “Inovasi & Sinergi Usaha Antara Nasabah ULaMM” yang ditujukan kepada ratusan mitra binaan PNM cabang Singaraja.

Singaraja (Bisnis Bali) –  Memasuki era Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA), pelaku Usaha Mikro dan Kecil (UMK) mengalami satu tantangan baru dalam menjalankan usahanya. Keunikan akan produk dan jasa yang ditawarkan para pelaku UMK menjadi nilai tambah bagi para pelaku usaha untuk tetap unggul pada sektor usaha yang ditekuni. Namun, keterbatasan wawasan dan minimnya informasi menjadi salah satu faktor penghambat UMK untuk bisa berkembang lebih pesat.

Menyadari hal tersebut, PT Permodalan Nasional Madani (persero) atau PNM selaku BUMN yang memiliki konsentrasi pada pemberdayaan UKM di Indonesia, berkomitmen untuk melakukan pendampingan kepada para pelaku UMK yang juga merupakan nasabah binaan agar makin berkembang dalam menjalankan usahanya.

Sebagai perwujudan PNM dalam memberikan nilai tambah kepada UMK di Indonesia, Sabtu (5/11) lalu, melalui cabang Singaraja, PNM menggelar program Pengembangan Kapasitas Usaha (PKU)bertemakan “Inovasi & Sinergi Usaha Antara Nasabah ULaMM” yang ditujukan kepada ratusan mitra binaan PNM cabang Singaraja.

Dalam kegiatan ini PNM Singaraja turut menggandeng Kadek Darma Susila sebagai motivator sekaligus trainer serta Ketut Artadi Putra yang mewakili PT Arta Sedana Singaraja yang merupakan perusahaan lokal yang bergerak dalam bidang distributor produk-produk customer good dan bisnis retail (mini market).

Kehadiran PT Arta Sedana Singaraja dimaksudkan untuk memberikan inspirasi kiat sukses dan diharapkan bisa terjalin senergi usaha antara Pihak PT Arta Sedana Singaraja dengan para nasabah PNM Cabang Singaraja.

Executive Vice President PT PNM, Arief Mulyadi, menjelaskan, selain sebagai wadah pendampingan, kegiatan pelatihan dan pembinaan usaha ini sekaligus menjadi wadah promosi dan informasi produk serta kerja sama antarnasabah ULaMM sehingga berdampak positif terhadap bisnis maupun perseroan.

“Pada program pengembangan kapasitas Usaha inilah nasabah akan dibimbing dan diberi pelatihan serta motivasi dan diskusi strategi untuk mengembangkan usaha mikronya agar lebih berkembang baik dari sisi produksi, distribusi, dan pemasaran,” ujarnya.

Ia menambahkan, jika konsep pendampingan dan pelatihan seperti ini sangat diperlukan bagi pelaku UKM, karena dengan adanya sarana tersebut dapat menjembatani para pelaku usaha untuk bertukar pikiran serta meluaskan jaringan antarpengusaha.

Kegiatan ini juga menjadi bagian dari program Pengembangan Kapasitas Usaha (PKU) yang diprakarsai oleh PNM sebagai inisiatif nasional dalam mengembangkan pelaku UKM di Tanah Air. “Karenanya kami punya kepentingan untuk melakukan pembinaan dan pengembangan kapasitas usaha di Singaraja agar lebih efisien dan efektif. Mengingat Singaraja memiliki catatan positif dalam pertumbuhan usaha mikro kecil,” jelasnya.

Sejak awal beroperasi, pencapaian PNM Cabang Singaraja terus menunjukkan kinerja positif, hal ini terbukti PNM Singaraja membukukan penyaluran secara akumulatif hingga Oktober 2016 sebesar Rp 124,798 miliar dengan jumlah total penerima manfaat sebanyak 1.704 orang. Hingga kini PNM Singaraja memiliki 4 kantor Unit Layanan Modal Mikro (ULaMM) yaitu Unit Jembrana, Kubutambahan, Seririt, dan Singaraja. (ira/)

BAGIKAN