Menawarkan sebagai satu-satunya pilihan sekolah yang cepat diterima di dunia kerja karena menonjolkan bobot studi 60 persen praktik dan 40 persen teori, tampaknya perlu dipertanyakan kembali di sejumlah kalangan sekolah diploma. Betapa tidak, Badan Pusat Statistik (BPS) Bali mencatat tingkat pengangguran terbuka (TPT) justru dominan disumbang lulusan diploma. Apa sebabnya?

TENAGA kerja merupakan salah satu persoalan dalam penanganan kependudukan di Provinsi Bali. Terlebih lagi, Provinsi Bali sebagai ikon pariwisata nasional yang tidak saja menjadi daya tarik bagi wisatawan akan tetapi juga menarik bagi pencari kerja untuk mengadu peruntungan.

Industri pariwisata yang menjadi motor penggerak perekonomian Bali menyediakan peluang kerja yang menjanjikan baik bagi penduduk lokal maupun penduduk di luar Bali. Meningkatnya jumlah penduduk Bali tidak bisa terlepas dari kenyataan tersebut, yang pada gilirannya membawa berbagai persoalan sosial ekonomi tersendiri, salah satunya masalah ketenagakerjaan.

Kepala BPS Bali, Adi Nugroho mengungkapkan, secara umum tingkat pengangguran terbuka pada Agustus 2016 di Bali mencapai 1,89 persen. Keadaan tersebut menurun baik dibandingkan TPT Februari 2016 yang mencapai 2,12 persen dan Agustus 2015 yang mencapai 1,99 persen. (man)

BAGIKAN