Hari Baik untuk Pernikahan Permintaan Jasa Rias Pengantin Membludak  

66

Denpasar (Bisnis Bali) – Beberapa bulan setelah Galungan,  banyak hari baik untuk melangsungkan upacara pernikahan bagi masyarakat Hindu di Bali. Hal ini tentunya membuat pemilik jasa tata rias pengantin bajir permintaan.  Namun untuk tetap melestarikan budaya Bali,  diharapkan tata rias pengantin Bali, tidak keluar dari pakem yang telah dimiliki.

Hal ini diungkapkan salah seorang pakar kecantikan sekaligus pemilik jasa tata rias pengantin,  Dr.  dra. AA Ayu Ketut Agung, M. M, saat ditemui di Salonnya,  Senin (7/11) kemarin. Dia mengatakan, penata rias saat ini juga harus bisa menjaga apa yang menjadi budaya warisan ditengah banyaknya permintaan terhadap rias pengantin saat ini.

“Terutama untuk payas Agung yang digunakan pada upacara pernikahan,  diharapkan tidak keluar dari pakem yang ada.  Demikian juga rias modifikasi yang sah saja digunakan,  namun tidak keblablasan,” katanya.

Dia menjelaskan, beberapa hal yang menjadi pakem rias pengantin Bali terutama untuk payas Agung yaitu menggunakan kain prada,  gelang naga satru,  gelang kana,  dan pending pada pinggang. Kemudian kain yang dililitkan dibadan itu menggunakan kain prada kuning serta ditambahkan badong pada leher.(wid)

BAGIKAN