Wabup Suiasa Turun Pantau Banjir di Jimbaran  PLN dan Bina Marga Diberikan PR selama 3 Hari Wujudkan Drainase

41
ist TURUN - Wakil Bupati Badung Ketut Suiasa, Minggu (6/11) pagi langsung turun meninjau kawasan Jalan Wanagiri.

Mangupura (Bisnis Bali) – Hujan deras yang mengguyur kawasan Jimbaran, Sabtu (5/11) tengah malam, membuat kawasan Jalan Wanagiri, utamanya di sepanjang depan SMPN 1 Kutsel tergenang banjir setinggi kurang lebih 50 cm. Beberapa kendaraan, utamanya kendaraan roda dua yang mencoba menerobos genangan tersebut sempat mati, bahkan pejalan kaki yang hendak melintas di kawasan tersebut harus melipat celananya dan membuka sepatu yang dikenakan.

Mendapatkan laporan tersebut, Wakil Bupati Badung Ketut Suiasa, Minggu (6/11) pagi langsung turun meninjau lokasi kejadian. Diketahui penyebab genangan tersebut adalah kondisi jalan yang relatif mencekung dan ketiadaan drainase yang representatif untuk mengalirkan air. Pemkab telah berupaya untuk membangun drainase untuk mengatasi permasalahan tersebut, namun hal tersebut belumlah selesai karena terkendala adanya kabel PLN yang tertanam di bawah tanah. “Pemasangan kabel PLN ini tidak sesuai dengan standar kita di Badung. Sekurang-kurangnya minimal kabel itu ditanam di kedalaman 1,5 meter, tetapi setelah kita cek yang terdalam cuma 50 meter,” terang Suiasa.

Pihaknya mengaku sudah toleran kepada pihak PLN, untuk segera mengurus hal tersebut secepatnya, sembari menunggu penataan kawasan lain yang dikerjakan oleh pihak Bina Marga dan Pengairan (DBMP) Badung. Namun kenyataannya hal tersebut hingga kini belum juga selesai dirampungkan, sehingga berdampak menimbulkan banjir.

Untuk itu rentang waktu 3 hari ke depan diterangkannya, menjadi batasan waktu pihak PLN untuk segera memenuhi aturan tersebut. Selain itu pihak Bina Marga juga sudah diinstruksikannya untuk melanjutkan penataan drainase tersebut. “Saya sudah menghubungi Direktur PLN Wilayah Bali Selatan dan ia mengaku siap dan akan mensurvai langsung. Kalau bisa nanti pengerjaannya pararel, ia yang menyesuaikan pemasangan dari pihak kita. Kami akan segera melakukan langkah-langkah dan kita akan segera lakukan itu,” tegas Suiasa.

Jika pihak PLN juga tidak melakukan aksi setelah pemberitahuan tersebut, pihaknya akan memberikan sanksi di lapangan. Kabel yang terpasang terpaksa dilepas terlebih dahulu, karena yang bersangkutan tidak memenuhi standar pemasangan kabel yang Pemkab Badung terapkan dan telah berdampak langsung bagi masyarakat dan lingkungan.

Hal tersebut ditegaskan tidak boleh dilakukan, jika PLN hanya ingin menang sendiri, dan mengabaikan dampak buruk bagi masyarakat sekitar.

Kadis Bina Marga dan Pengairan Badung, IB Surya Suamba tidak memungkiri memang pembuatan drainase tersebut terhalang kabel yang tertanam di bawah tanah. Dengan begitu, pihaknya belum bisa bekerja mengeruk pinggiran jalan tersebut untuk dibuatkan drainase, sebelum pihak PLN memindahkan kabelnya. Pihaknya mengaku sudah berencana memasang drainase tersebut. Nantinya saluran drainase akan bermuara untuk dialirkan ke pantai Muaya. “Kita tidak bisa memasang drainase di kiri jalan, sebab kabelnya terlalu mepet jaraknya. Nanti kita akan pasang kembali drainase dan lubang-lubangnya, untuk disalurkan ke belakang dengan melewati jalan setapak di samping hotel,” sebut Surya Suamba.

Untuk diketahui, banjir di kawasan tersebut sebenarnya bukan hanya kali ini terjadi. Beberapa tahun silam kejadian tersebut juga telah terjadi, saat hujan deras mengguyur kawasan tersebut. Hal tersebut disebabkan kawasan jalan sepanjang 500 meter tersebut memang relatif lebih rendah dibanding jalan lainnya. Selain itu, beberapa bangunan baru yang berada daerah yang dulunya lebih rendah dari jalan, membuat air seolah terjebak dan tidak bisa mengalir ke arah pantai. (sar/)

BAGIKAN