HKTI Bali Gelar Muscab Gede Sedana Dimandatkan Kembali sebagai Ketua HKTI Cabang Buleleng  

59
ira Kegiatan Muscab HKTI Bali Cabang Buleleng di RM. Dhevosi Jalan A. Yani Singaraja 

Singaraja (Bisnis Bali) –  Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) merupakan sebuah organisasi sosial di Indonesiayang berskala nasional, berdiri sendiri dan mandiri yang dikembangkan berdasarkan kesamaan aktivitas, profesi, dan fungsi di dalam bidang agrikultur dan pengembangan pedesaan, sehingga memiliki karakter profesional dan persaudaraan.

HKTI bertujuan meningkatkan pendapatan, kesejahteraan, harkat dan martabat insan tani, penduduk pedesaan dan pelaku agribisnis lainnya. Melalui pemberdayaan rukun tani, komoditi usaha tani dan percepatan pembangunan pertanian bisa tercapai.

Di samping itu, bisa menjadikan sektor pertanian sebagai basis pembangunan nasional dalam rangka mewujudkan tujuan nasional, di mana HKTI memiliki fungsi sebagai wadah penghimpun segenap potensi insan tani Indonesia dan atau rukun tani jenis komoditi usaha tani.

Untuk mengembangkan pertanian, khususnya di Buleleng, serta menyatukan persepsi dalam hal ini antar tokoh masyarakat dalam bidang pertanian, HKTI menggelar Musyawarah Caban (Muscab) di Jalan A. Yani, Singaraja, Minggu (6/11), bersama dengan tokoh masyarakat terkait pertanian dan mahasiswa muda jurusan pertanian Singaraja.

Tujuan dilaksanakannya Muscab ini tiada lain untuk membentuk anggota kepengurusan baru, khususnya untuk di Kabupaten Buleleng. Musyawarah yang di gelar mulai pukul 10.00 Wita ini, membahas tujuan digelarnya Muscab serta menerima masukan masukan untuk HKTI Cabang Buleleng kedepannya agar mampu meningkatkan pendapatan, khususnya bagi masyarakat yang berprofesi sebagai petani.

Pemilihan Ketua HKTI Buleleng melalui proses aklamasi, dan terpilih atau dimandatkan kembali Gede Sedana untuk kembali menjabat sebagai Ketua DPC HKTI Buleleng setelah sebelumnya fakum karena berakhirnya masa jabatan dan kini kembali di perpanjang tinggal menunggu pengesahan dalam Musyawarah Daerah (Musda).

Sekretaris DPD HKTI Bali, Dr.Ir. I Dewa Sudita ,Mp., mewakili Ketua DPD HKTI Provinsi Bali, mengatakan, HKTI merupakan organisasi sosial dimana keberadaannya sudah cukup lama. Menurutnya, organisasi bisa berjalan kalau mengikuti mekanisme sesuai yang diatur dalam anggaran dasar. “Kepengurusan ada masa waktunya, sehingga untuk memilih kepengurusan harus melalui musyawarah cabang, selain memilih pengurus yang baru kami tentunya membahas progam kerja,” jelasnya.

Khusus untuk DPC Buleleng, katanya, sudah mampu melaksanakan mMuscab meski terlambat, namun yang penting mekanisme masih bisa berjalan, dan sudah terpilih lagi menjadi Ketua DPC HKTI, Gede Sedana, yang dimandatkan secara aklamansi, kami tinggal mengesahkan,’’ jelasnya. 

Sementara itu menurut Dr. Gede Sedana ,M.S.c. MMA., yang kembali dimandatkan menjadi Ketua HKTI Buleleng, usai menggelar Muscab mengatakan, tujuan dibentuknya pengurus baru ini tiada lain menampung masukan-masukan dalam Musca, serta diharapkan ke depan makin mengakutalisasikan yang langsung menyentuh masyarakat.

 “Pengurus yang baru ini kamiharapkan nantinya lebih bersemangat dan langsung menyentuh masyarakat tani,” harapnya.  

Perkembangan untuk ke depan, dikatakannya, melihat potensi pertanian di Buleleng yang cukup tinggi, baik pangan, perkebunan, petenakan dan perikanan, sebagai langkah awal pihaknya akan melakukan konsolidasi internal, baik kepengurusan dengan memperlajari pemetaan potensi yg ada di Buleleng.

“Menyiapkan advokasi kepada pemerintah termasuk legislataif, agar menghasilkan kebijakan yang mendukung pertanian itu sendiri,”jelasnya.

Lanjutnya, selain itu pihaknya akan melakukan program nyata, baik kegiatan penyuluhan dan pelatihan terkait dengan pertanian dalam arti lua. Selain itu, memasuki musim hujan, pihaknya sebagai Ketua HKTI akan menyiapkan program yang cukup bermanfaat bagi masyarakat Bali yakni penyediaan kelapa daksina.

“Kami mencoba mensurvei di beberapa wilayah yang cocok untuk pengembangan kelapa daksina. Harapan ke depan petani dapat meningkatkan pendapatan dari usaha taninya bukan dari usaha sampingannya . Selain itu pertanian menjadi daya tarik generasi muda,”tambahnya.(ira/)  

BAGIKAN