Bank Diminta Sadar Risiko OJK: Percanggih Fungsi Audit Intern  

43

Denpasar (Bisnis Bali) – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Regional 8 Bali Nusra terus mengimbau kepada bank dan pelaku usaha jasa keuangan (PUJK) secara umum untuk meningkatkan keandalan manajemen risiko IT sebagai upaya mengantisipasi kembali terjadinya kejahatan perbankan yang baru-baru ini terjadi di Mataram maupun di Bali. Tidak hanya itu, OJK minta bank terus melakukan pemantauan terkait potensi pencurian data.

“Termasuk di dalamnya, meningkatkan budaya sadar risiko, taat asas dalam mematuhi sisdur operasi dan mempercanggih fungsi audit intern,” kata Direktur Pengawasan Lembaga Jasa Keuangan OJK Regional 8 Bali-Nusa Tenggara, Nasirwan Ilyas di Renon, Minggu (6/11) kemarin.

Diakui, kejahatan perbankan dan keuangan dengan berbagai modus memang dapat terus terjadi terutama karena sistem dan aplikasi IT yang dikembangkan oleh lembaga jasa keuangan memiliki potensi celah untuk disusupi oleh pihak yang berniat jahat baik dari luar maupun dari dalam lembaga tersebut. Terlebih lagi pada saat ini, layanan jasa keuangan makin banyak mengandalkan kemajuan teknologi IT (financial technology).

“Kemajuan teknologi informasi selain meningkatkan efisiensi operasi, kecepatan dan kenyamanan pelayanan nasabah, sebenarnya juga dapat meminimalkan risiko penyimpangan dan kejahatan keuangan yang merugikan,” katanya. (dik)

BAGIKAN