Panen Padi Subak Pulagan Dorong Peningkatan Ketahanan Pangan  

18
kup Panen Padi tahap III di Subak Pulagan.

Gianyar (Bisnis Bali) – Areal pertanian di Subak Pulagan memiliki potensi yang sangat tinggi untuk dikembangkan juga sudah mendapatkan predikat Warisan Budaya Dunia dari UNESCO. Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bali, Causa Iman Karana, saat panen padi tahap III di Subak Pulagan Tampaksiring, Rabu (2/11) mengatakan, panen padi di Subak Pulagan dengan pendampingan dari Bank Indonesia Provinsi Bali, Dinas Pertanian Kabupaten Gianyar dan Kodim 1616/Gianyar dalam rangkaian mendorong ketahanan pangan di Bali.

Iman Karana mengungkapkan, jenis bibit yang sebelumnya ditanam di areal pertanian Subak Pulagan sebelumnya menggunakan varietas cigeulis, pada tanam tahap III kami mencoba menggunakan bibit ciherang. Berdasarkan hasil pengamatan terakhir, Selasa (1/11), hasil pengubinan pada sampel di petak 30 menghasilkan padi sebanyak 10,4 ton/ hektar dengan jumlah anakan sebanyak 25, tinggi rata-rata 105 cm dan jumlah bulir sebanyak 165 di tiap malainya.
Ia menjelaskan, melalui panen padi tahap III di Subak Pulagan menjadi percontohan terhadap penggunaan teknologi yang baru, yaitu MA-11 dan SRI. Ini diharapkan dapat menumbuhkan minat dan motivasi para generasi muda untuk kembali berkiprah di dunia pertanian.
Untuk meningkatkan produktivitas pertanian kelompok tani Pulagan, Bank Indonesia melalui Program Sosial Bank Indonesia (PSBI) telah memberikan berbagai bantuan sarana dan prasarana, di antaranya pada 2015 lalu berupa Hand Sprayer sebanyak 37 unit, Hand Traktor sebanyak 2 unit, Motor Tiga Roda sebanyak 1 unit, Troli/Arko sebanyak 15 unit, cangkul sebanyak 50 unit dan perlengkapan pertanian lainnya.(kup)