Di tengah kondisi ekonomi saat ini, jumlah investor di Bali tumbuh positif dari tahun-tahun sebelumnya. Namun belum semuanya pengusaha Bali go public. Ada harapan kini perusahan-perusahaan besar di Bali mau melantai di bursa. Seperti apa?

BILA melihat data pertumbuhan transaksi saham yang dimiliki Bursa Efek Indonesia Perwakilan Denpasar hingga September 2016 menunjukkan, jumlah investor di Bali, NTB dan NTT mengalami pertumbuhan yang positif dan meningkat dari tahun ke tahun. Hingga 31 September 2016, pertumbuhan investor mencapai 1.737 sub rekening efek (SRE) dari 2014-2015 mencapai 1.379 SRE.

Jumlah rekening efek di Bali hingga 31 September 2016 total mencapai 9.388 SRE. Denpasar tertinggi mencapai 5.811 SRE atau lebih tinggi dari 2015 mencapai 4.976 SRE. Disusul Badung mencapai 1.473 SRE meningkat dari 2015 yang mencapai 1.191 SRE.

Dari jenis pekerjaan mereka yang memilih investasi di bursa berasal dari kalangan pengusaha atau entrepreneur mencapai  49,14 persen (Bali), NTB  21,97 persen dan NTT 34, 68 persen. Pegawai negeri di Bali mencapai 4,69 persen, NTB mencapai 11,96 persen dan NTT mencapai 6,88 persen. Dari kalangan ibu rumah tangga untuk Bali mencapai 8,76 persen, NTB mencapai 1,74 persen dan NTT 8,54 persen. Kalangan pelajar di Bali 1,03 persen, NTB 0,73 persen dan NTT 16,35 persen.(dik)

BAGIKAN