Dewa Raka Pengembangan Agrowisata  

58

PENGEMBANGAN agrowisata di Bali, bagi Dewa Raka sangat potensial dalam mendukung dunia pariwisata. Khususnya di Bangli yang merupakan satu di antara penghasil kopi jenis arabika terbaik di Bali.

“Pertanian kopi di Bangli memiliki ciri khas tersendiri yaitu cita rasa citrus. Kopi di Bangli ini bahkan mendapatkan sertifikat indikasi geografis, sebagai kopi asli unggulan Bali,” kata pengelola pengembangan Agrowisata Giri Alam di Banjar Petung, Kintamani Bangli.

Ia menjelaskan, penduduk sebagian besar bekerja di sektor pertanian, karena itu pengembangan agrowisata di lokasi ini sangatlah diperlukan. Bangli merupakan wilayah dengan agroklimat yang sesuai untuk perkebunan kopi arabika. Kopi arabika sangat cocok ditanam di daerah ketinggian 700 meter dpl hingga 1.700 meter dpl dengan suhu 16 – 20 derajat Celcius. Kopi Bali ini kini mendukung perekonomian Bali karena sudah dapat diekspor.

Untuk mengembangkan agrowisata, kata dia,  menggunakan pola tumpang sari, terintegrasi antara tanaman dengan ternak. Sebagai model etalase pertanian mini di Bangli, pihaknya menganut 4 konsep edukasi. Pertama konsep ekologi, yang mengacu pelestarian alam dan berbahan organik. Kedua adalah konsep edukasi kepada pengunjung dan masyarakat tentang praktik pengelolaan perkebunan kopi. Ketiga terkait estetika, dengan memanfaatkan kekayaan alam dipadukan nilai sosial budaya dan keindahan alam. Terakhir keempat adalah ekonomi sehingga ada nilai tambah atau masukan untuk mengembangkan kesejahteraan masyarakat.(dik)

BAGIKAN