Budi Daya Pisang Lokal Terkendala Bibit

26

BALI memiliki banyak varietas pisang lokal seperti pisang raja, pisang kayu, pisang lumut dan pisang ketip. Masing-masing varietas memiliki cita rasa yang berbeda dengan keunggulan tersendiri. Cita rasa ini sangat akrab dengan lidah masyarakat Bali sehingga terkadang masyarakat khususnya di pedesaan tidak dapat menerima jenis pisang baru terutama pisang impor.

Namun sayangnya, saat ini petani di Bali belum mampu memenuhi kebutuhan pisang di Bali yang sangat tinggi. Bali yang memiliki hampir 5 juta penduduk ditambah untuk kebutuhan pariwisata dan industri seperti pembuatan keripik pisang dan pisang goreng, dapat dibayangkan kebutuhan pisang di Bali per harinya. Sebagian besar kebutuhan didatangkan dari luar Bali bahkan luar negeri.

Hal ini menurut Ketua Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) Provinsi Bali, Prof. Dr. I Nyoman Suparta, M.S., M.Si., karena sulitnya mencari bibit pisang lokal di samping pengetahuan petani tentang budi daya pisang manis sangat rendah. “Kebutuhan pisang terus meningkat seiring dengan makin gencarnya umat Hindu Bali menggelar upacara. Sementara jumlah pohon tidak mengalami peningkatan bahkan cenderung turun sehingga kekurangan kebutuhan pisang didatangkan dari luar,” katanya.  (pur)