Terharu, Bupati Eka ’’Nyangging’’ Nenek Usia 80 Tahun di Karangasem  

49
man Bupati Tabanan, Ni Putu Eka Wiryastuti, ngayah nyangging di Karangasem.

Tabanan (Bisnis Bali) – Ada hal menarik ketika Bupati Tabanan, Ni Putu Eka Wiryastuti, ngayah nyangging di Karangasem, karena seorang peserta metatah massal adalah seorang nenek berusia 80 tahun. Hal ini menjadi momen yang unik sekaligus mengharukan bagi Bupati Eka yang juga merupakan Penasehat Perguruan Siwa Murti.

Hal itu diungkapkannya ketika menghadiri sekaligus menjadi sangging dalam acara mepetik dan metatah massal yang diselenggarakan di Wantilan Banjar Palak, Desa Besakih, Kecamatan Rendang,  Karangasem, Minggu (23/10).

Hadir dalam acara tersebut Bupati Karangasem, I Gusti Ayu Mas Sumatri, Wakil Bupati Karangasem, I Wayan Artha Dipa, Ketua  Umum Perguruan Siwa Murti,  Jero Mangku Made Subagia, Anggota DPRD Tabanan dan para SKPD di Lingkungan Pemkab Tabanan.

“Program metatah massal ini sudah dilaksanakan ke sekian kalinya, yang saya rasakan berbeda dan membuat saya terharu adalah saya dapat me-nyangging orang yang sudah berumur dan tidak memiliki gigi. Di umur 80 tahun dia baru bisa melaksanakan yadnya, bersamaan dengan cucu, karena keterbatasan  ekonomi,” ungkapnya.

Menjadi sangging bukan hal baru bagi Bupati Eka, karena sebelumnya dirinya juga menjadi sangging di acara metatah massal yang digelar Perguruan Siwa Murti di Denpasar. Menurut orang nomor satu Tabanan ini, nyangging adalah wujud pengabdian.

Nyangging adalah salah satu wujud pengabdian yang didasari ketulusan dan kemauan untuk berbuat kepada umat. Kegiatan ini adalah murni niat tulus untuk berbuat  kepada semua umat. Dan Ini juga merupakan tradisi umat Hindu yang harus diangkat, karena banyak nilai budayanya, ”ungkapnya.

Dikatakannya, Perguruan Siwa Murti mempunyai gerakan sosial untuk membantu masyarakat “Perguruan Siwa Murti memiliki program ngayah, baik di bidang adat, sosial dan budaya karena banyak umat Hindu di Bali ini yang membutuhkan bantuan.

Banyak masyarakat kita sampai sampai saat ini sudah berumur namun belum metatah. Ini bukti bahwa mari kita berbagi baik dalam yadnya,” tegasnya.

Menurut Bupati Eka, program sosial ini akan dibawa kepada semua umat di Bali dalam bentuk investasi karma. Imbuhnya, program ini juga sebagai bentuk investasi karma dengan membantu masyarakat. Karena itu, Perguruan Siwa Murti berusaha untuk terus turun ke masyarakat secara langsung untuk menggelar kegiatan yang membantu masyarakat.

Sementara itu Bupati Karangasem, I Gusti Ayu Mas Sumatri, mengungkapkan rasa terima kasihnya kepada Perguruan Siwa Murti atas kegiatan metatah massal tersebut.

“Saya atas nama Pemkab Karangasem mengucapkan banyak terima kasih atas perhatian Perguruan Siwa Murti yang telah menyelenggarakan kegiatan mepetik dan metatah massal di sini, ini tentunya sangat bermanfaat bagi masyarakat,“ ujarnya.

Acara pada hari itu diikuti oleh 250 orang metatah, 150 orang mepetik dan 400 orang mewinten Saraswati. Tidak hanya itu, acara juga dirangkaikan dengan pembagian sertifikat dan sembako gratis kepada 100 KK miskin.

Sebelumnya pada 16 Oktober lalu, Perguruan Siwa Murti telah menyelenggarakan kegiatan sosial, yakni pengobatan sekala niskala yang diadakan di tempat yang sama dan diikuti oleh 600 peserta. Selanjutnya pada 29 dan 30 Oktober mendatang akan digelar pengobatan sekala niskala di Nusa Penida. (man/)

BAGIKAN