Pahami Masalah Pembangunan Pertanian KTNA Badung Gelar Sarasehan

141
ist SARASEHAN - Asisten Ekonomi dan Pembangunan Setkab Badung Dewa Made Apramana saat menghadiri sarasehan Kelompok Tani Nelayan Andalan Badung, Senin (24/10) kemarin di Ruang Kriya Gosana, Puspem Badung.

Mangupura (Bisnis Bali) – Dalam rangka pelaksanaan peningkatan kemampuan lembaga petani tahun 2016, Kelompok Tani Nelayan Andalan (KTNA) Badung difasilitasi oleh Bagian Perekonomian Setkab Badung menggelar sarasehan antara KTNA Kabupaten Badung dengan instansi terkait, di Ruang Kriya Gosana, Puspem Badung, Senin (24/10) kemarin.

Sarasehan dihadiri Asisten Ekonomi dan Pembangunan Setkab Badung Dewa Made Apramana, Kadis Pertanian, Perkebunan dan Kehutanan (Distanbunhut) Badung IGAK Sudaratmaja, Kabag Perekonomian Dewa Joni Astabrata,  instansi terkait, Ketua KTNA Badung I Made Suparsa  dan peserta dari kelompok tani se-Kabupaten Badung. Narasumber dalam acara sarasehan tersebut dari Dinas Pertanian, Perkebunan dan Kehutanan Kabupaten Badung dan Dinas Peternakan Perikanan dan Kelautan Kabupaten Badung.

Dalam kesempatan tersebut Asisten Ekonomi dan Pembangunan Dewa Made Apramana menyampaikan, sarasehan ini mempunyai tujuan untuk memahami keadaan dan masalah yang dihadapi dalam pembangunan pertanian di lapangan serta untuk membahas masalah-masalah yang mencakup usaha tani dan nelayan. Di samping hal tersebut juga diharapkan dapat mewujudkan hubungan timbal balik antara kelompok tani dan pemerintah dalam pelaksanaan pengawasan pembangunan pertanian untuk perbaikan ke depannya. Ditambahkan pula, kegiatan ini merupakan tindak lanjut dan evaluasi untuk pemberdayaan kelompok tani di Badung dalam mendukung ketahanan pangan. Ketahanan pangan merupakan salah satu prioritas dalam RPJMD Semesta Berencana. Sektor pertanian di Badung saat ini masih berada di bawah sektor pariwisata. “Untuk itu, diharapkan agar para kelompok tani yang ada di Kabupaten Badung segera mengambil langkah-langkah untuk menciptakan dan memanfaatkan peluang dan potensi yang ada sehingga mampu untuk meningkatkan pendapatan,” pesannya.

Ketua KTNA  I Made Suparsa dalam kesempatan tersebut menyampaikan beberapa rekomendasi dari hasil rembuk madya KTNA Badung terhadap pembangunan pertanian di Kabupaten Badung yang telah dilaksanakan 4 bulan lalu tanggal 24 Juni di Desa Selat Kecamatan Abiansemal. Adapun rekomendasi tersebut yakni mengembalikan kembali Kecamatan Petang sebagai penghasil pisang dan rempah-rempah, pengembangan tanaman buah sesuai dengan potensi wilayah dalam mendukung desa wisata agro sehingga buah lokal makin digemari oleh masyarakat. Perlu adanya sentra-sentra pengolahan hasil pertanian sehingga petani tidak dirugikan, adanya jaringan pemasaran yang pasti dengan memberdayakan toserba yang ada. Perlu adanya penataan lahan di sekitar Jembatan Tukad Bangkung untuk kepentingan agrowisata yang presentatif, adanya pengawasan yang ketat dengan maraknya kegiatan galian C di Kecamatan Petang mengingat Petang sebagai daerah resapan air. Pemberdayaan kelompok tani/KWT melalui bintek dengan program dari hulu sampai hilir dan ada tenaga pendampingan. Perbaikan saluran irigasi yang berkelanjutan, subsidi pajak lahan produktif, adanya tindakan tegas pelanggar jalur hijau, pemberdayaan perusahaan yang memakai bahan baku dari alam, pembayaran insentif kepada pekaseh dan pangliman dikembalikan lewat Dispenda, pemberdayaan kelompok penghasil pupuk organik, padat maupun cair, pemberdayaan tenaga penyuluh swadaya, adanya aturan/prioritas anggaran di desa untuk kegiatan ekonomi produktif, penataan usaha pembenihan rakyat dan pemberdayaan KWT maupun lembaga lewat pasar dadakan di areal Pemkab Badung. “Diharapkan kesimpulan ataupun rekomendasi  ini dapat dijadikan acuan dalam penetapan program kegiatan sehingga nantinya mampu untuk meningkatkan penghasilan masyarakat ke depannya,” pungkasnya. (sar/)

BAGIKAN