IB. Gede Sidharta Putra Terpilih Sebagai Ketua PHRI Kota Denpasar  

41

Denpasar (Bisnis Bali) – Musyawarah Cabang (Muscab) II PHRI BPC Kota Denpasar telah digelar baru-baru ini di Gedung Graha Sewaka Dharma Lumintang. Terpilih kembali secara aklamasi, IB Gede Sidharta Putra sebagai Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Badan Pimpinan Cabang (BPC) Kota Denpasar periode 2016 – 2021. Sesuai tema dalam Muscab, kepemimpinan IB Gede Sidharta Putra yang akrab dipanggil Gusde ini akan menjalankan tugasnya mewujudkan kepariwisataan Kota Denpasar yang kreatif dan berbudaya. Karena kembali dipercaya memimpin PHRI Denpasar akan melanjutkan program sebelumnya serta akan menambah apa yang menjadi komitmen bersama. ”Ke depannya kami bersama pengurus lainnya serta dengan dukungan semua anggota akan terus membenahi organisasi internal, melakukan peningkatan kualitas pariwisata, profesionalisme dan mempererat dukungan terhadap program pemerintah. Kami pengurus akan memfasilitasi anggota agar solid, sehingga ke depannya pariwisata Kota Denpasar menjadi industri dengan pangsa pasar berkualitas. Terbukti kontribusi PHR cukup besar yakni tahun 2014 menyumbang 76,19 persen dari total PAD Kota Denpasar. Dan tahun 2015 sebesar 72,52 persen,” katanya.

Gusde yang juga Ketua BPPD Kota Denpasar menyebutkan, PHRI siap mendukung program nasional termasuk program yang telah ditetapkan Pemkot Denpasar melakukan sertifikasi seluruh tenaga kerja pariwisata khususnya untuk hotel dan restoran. PHRI akan ikut mendorong penerapan sertifikasi tenaga kerja pariwisata sesuai program nasional. Pemerintah telah memberikan kuota 23.000 naker pariwisata untuk diberikan sertifikasi secara gratis.

Ia menambahkan, melihat peluang tersebut PHRI Denpasar tentunya akan mensosialisasikan kembali kepada para pelaku usaha  pariwisata khususnya hotel dan restoran di Kota Denpasar. Kegiatan sertifikasi untuk kepentingan peningkatan kompetensi naker pariwisata di Bali Denpasar. Sertifikasi ini juga untuk memproteksi naker pariwisata lokal saat menghadapi persaingan dengan naker di luar negeri dalam dalam ajang Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA).

Sementara itu, Wali Kota Denpasar, IB Rai Dharmawijaya Mantra di sela-sela Muscab II PHRI Kota Denpasar mengakui, memiliki harapan besar karena PHRI merupakan stakeholder pariwisata Denpasar. Apa yang menjadi visi dan misi pemerintah dan organisasi dapat dijalankan berdampingan serta saling mendukung. Dan nilai akhir dapat mewujudkan pencapaian yang positif.

”Dalam MEA persaingan di sektor pariwisata akan sangat ketat. Pasalnya, Indonesia termasuk market besar sehingga menjagi target sasaran naker kerja dari luar negeri. Orang di sektor pariwisata khususnya dari negara ASEAN akan menyerbu Bali untuk bekerja. Untuk itu semua naker pariwisata di Kota Denpasar wajib tersertifikasi guna membentengi diri dari persaingan di pasar kerja,” katanya.

Kepala Dinas Pariwisata Kota Denpasar, Wayan Gunawan mengatakan, SDM hotel dan restoran di Denpasar yang sudah tersertifikasi kurang lebih sudah di atas 2000 naker. Mereka mengikuti kegiatan sertifikasi melalui Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP). ”Naker hotel dan restoran di Denpasar yang akan disasar untuk sertifikasi sekitar 7.000 naker. Sekarang ini 2.300 naker di Denpasar sudah tersertifikasi. Pemerintah Kota Denpasar menargetkan kegiatan sertifikasi untuk tenaga kerja hotel dan restoran di Denpasar akan dituntaskan sampai 2018. Mudah-mudahan target  pencapaian sertifikasi ini bisa selesai 2018,” katanya, sambil menambahkan kendala sertifikasi tenaga kerja pariwisata di Kota Denpasar masih kendala waktu. Padahal, tempat uji kompetensi (TUK) sudah diarahkan ke masing masing hotel sehingga peserta sertifikasi  tidak banyak membuang waktu ke suatu tempat uji kompetensi. (sta/)

BAGIKAN