DPD Perbarindo Bali Gelar Pelatihan Sertifikasi Direksi BPR Angkatan XXIX  

187
  kup- Berfose bersama, Peserta Pelatihan  Sertifikasi Direksi BPR Angkatan XXIX berfose bersama di sela-sela kegiatan pelatihan  di Hotel Golden Tulip Senin (24/10).

Denpasar (Bisnis Bali) – DPD Perbarindo Bali menggelar Pelatihan Sertifikasi Direksi BPR Angkatan XXIX bertempat di Hotel Golden Tulip, Senin (24/10). Pelatihan ini dihadiri OJK Bali Nusra, Ketua Yayasan Perbarindo Bali, Nyoman Sunarta, Ketua LSP Certif, Nyoman Yudiarsa,  pengurus DPD Perbarindo Bali, dan pengurus DPK Perbarindo se-Bali.

Sekretaris DPD Perbarindo Bali, Ketut Komplit mengatakan, pelatihan sertifikasi ini diikuti 28 peserta. Peserta merupakan direksi dan komisaris BPR di Bali dan luar Bali. Kegiatan pelatihan sertifikasi ini akan berlangsung 24 Oktober sampai 8 November 2016. “Melalui kegiatan sertifikasi ini calon direksi dan komisaris dapat meningkatkan kompetensi.

Ia menjelaskan, industri perbankan cenderung melambat karena pengaruh ekonomi global. Industri BPR mulai berbenah. BPR mesti dikelola SDM yang kompeten.

Ketut komplit memaparkan, BPR dituntut memiliki daya saing lebih tinggi. Ke depan, kegiatan sertifikasi tidak hanya direksi dan komisaris. Kegiatan sertifikasi akan merambah staf dan karyawan BPR yang lain.

Menurutnya, industri BPR idealnya dituntut mencapai pertumbuhan 20 persen. Kenyataannya, pertumbuhan industri BPR turun 5 persen. Ini dipengaruh banyak faktor seperti take over nasabah akibat penyaluran KUR, termasuk kondisi perlambatan ekonomi global berdampak pada perlambatan pertumbuhan BPR.

Ketut Komplit menegaskan, perlambatan ekonomi juga berdampak pada peningkatan NPL sampai di atas 5,49 persen, sehingga menjadi lampu kuning bagi BPR. NPL meningkat praktis berdampak pada penurunan pendapatan BPR termasuk melakukan penyiapan candangan untuk pembentukan penghapusan aktiva produktif (PPAP). Menyikapi permasalahan BPR, Perbarindo Bali sudah mengundang pengacara, dan Polda Bali menyikapi kenaikan NPL guna penguatan SDM BPR. Ini termasuk pelaksanaan pelatihan sertifikasi direksi dan komisaris untuk makin menguatkan SDM BPR.

Ketua LSP Certif, Nyoman Yudiarsa mengatakan, program sertifikasi komisaris dan direksi mengacu pada POJK No. 20/2014 tentang BPR dan POJK No. 44/2015 terkait sertifikasi kompetensi direksi dan komisaris.  Sertifikasi ini murni untuk penguatan SDM BPR melalui tenaga direksi dan komisaris yang kompeten.

Deputi Direktur Manajemen Strategis OJK Regional 8 Bali Nusra, Yones mengatakan, menurunnya usaha BPR karena akibat kesalahan pengurus. Ini menyebabkan komisaris BPR dan direksi BPR harus lebih pintar dari direksi bank umum.

Yones berharap, melalui sertifikasi BPR diharapkan bisa memperkuat SDM BPR termasuk melakukan penguatan permodalan dengan CAR 12 persen. Terkait kondisi BPR yang dihadapkan kenaikan NPL mencapai 5,49 persen sesuai data OJK dipengaruhi lebih banyak karena melemahnya sektor properti.

Peserta pelatihan sertifikasi, I Gusti Agung Rai Wirajaya, S.E., M.M., mengatakan, direksi dan komisaris memang harus betul-betul memahami bisnis perbankan. Hanya saja, komisaris dan direksi BPR banyak memiliki latar belakang yang berbeda sehingga wajib mengikuti kegiatan sertifikasi. Ini menjadi dasar bagi pengurus BPR melakukan pengelolaan keuangan perbankan yang baik.

Rai Wirajaya menambahkan, BPR ini unik tidak seperti bank umum. BPR bersentuhan dengan masyarakat dan sektor UMKM secara langsung. Melalui kegiatan sertifikasi, direksi dan komisaris menjadi standar nasional untuk pengelolaan BPR. (kup/)

BAGIKAN