Uang tidak Layak Edar Tembus Rp 2 Triliunan  

164

Denpasar (Bisnis Bali) – Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Bali terus mengupayakan agar fisik uang yang beredar di Pulau Dewata selalu dalam kondisi layak edar dan fit. Itu dilakukan karena sebagai daerah pariwisata, Bali merupakan etalase kota dunia.

“Setiap minggu kami selalu ada kas keliling ke tempat-tempat umum untuk memburu uang kartal lusuh guna ditukarkan menjadi uang dengan kualitas lebih baik. Ini dalam upaya mewujudkan kebijakan uang bersih dan layak edar di Bali,” kata Kepala KPw BI Bali, Causa Iman Karana di Sanur, Minggu (23/10) kemarin.

Pak Cik (sapaan akrab Causa-red) menerangkan, penukaran uang lusuh juga dalam rangka melaksanakan tugas BI Clean Money Policy. Untuk mendukung tersebut BI juga bekerja sama dengan beberapa bank untuk penerimaan penukaran uang lusuh (tidak layak edar) di konter-konter bank tersebut.

“Posisi terakhir Jumat (21/10) jumlah uang tidak layak edar (UTLE) yang terkumpul, baik dari bank maupun penukaran sekitar Rp 2 triliunan. Jumlah itu selalu bergerak,” ungkapnya.

Ke depannya, pihaknya akan berupaya semaksimal mungkin supaya uang yang beredar di Bali kondisinya fit dan layak edar. Selain upaya penarikan uang lusuh dari masyarakat dan bank, kata Causa, BI selalu mengimbau kepada masyarakat supaya memperlakukan uang rupiah dengan baik dan benar, antara lain jangan dicorat-coret, dilipat-lipat, dikremes-kremes supaya uangnya awet dan tetap layak untuk diedarkan.

Sebelumnya pada Sabtu (22/10), BI Bali menyasar warga dan para pedagang secara langsung untuk menukarkan uang kartal mereka yang lusuh di sejumlah titik di Denpasar. Ada 22 petugas yang tergabung dalam tim, menyasar ke rumah warga, kios atau warung-warung dan para pedagang di pasar tradisional di kawasan Kelurahan Pedungan dan Desa Serangan Denpasar.(dik)

BAGIKAN