Terbuka, Peluang Kerja Sama Pemkab Badung dan Banggai

160
ist FOTO BERSAMA - Wakil Bupati Banggai, Mustar Labolo foto bersama dengan rombongan DPRD Badung yang dipimpin Ketua Komisi III Nyoman Satria. Setelah sebelumnya  saling tukat plaket (lambang daerah) bertempat di rumah jabatan Wakil Bupati Banggai.

Luwuk (Bisnis Bali) – Komisi II dan III DPRD Kabupaten Badung, pada 19-22 Oktober 2016 melakukan kunjungan kerja (kunker) ke Kabupaten Banggai, Provinsi Sulawesi Tengah. Kunjungan ini untuk melihat dari dekat potensi daerah tersebut, sekaligus mengenal  kehidupan multi-etnis yang bisa hidup dengan rukun.

Kunjungan DPRD Badung dengan koordinator Ketua Komisi III, I Nyoman Satria itu diterima Wakil Bupati Banggai Mustar Labolo, Wakil Ketua I DPRD Banggai, I Puti Gumi bertempat di rumah jabatan Wakil Bupati. Ikut hadir Sekkab Banggai Syahrial Labelo dan kepala-kepala SKPD. Pihaknya mengaku sangat senang mendapat kunjungan dari DPRD Badung.

Dipaparkan Wabup Mustar Labolo, potensi Kabupaten Banggai yang terbesar yakni di bidang pertanian, perkebunan, perikanan dan pertambangan. Sebagai penghasil beras dan kopra, kelapa sawit dan sebagainya. Surplus beras diantarpulaukan dan antarprovinsi.

Sekali pun demikian, Wabup Mustar Labalo menyebutkan APBD Kabupaten Banggai masih sangat kecil, yakni Rp 1,7 triliun lebih. PAD-nya sendiri baru mencapai Rp 120 miliar per tahun.

“Kami bangga dengan kunjungan bapak dan ibu DPRD Badung. Kami akan banyak belajar dari Kabupaten Badung untuk meningkatkan dan menggali sumber-sumber PAD,” paparnya.

Wabup Mustar Labalo juga mengharapkan pengusaha-pengusaha di Badung mengembangkan usaha di Kabupaten Banggai. Misalnya di bidang pariwisata, perkebunan dan sebagainya sehingga mampu memajukan daerah itu ke depannya.

Sempat juga disinggung di Kabupaten Banggai saat ini terdapat sekitar 30 ribu warga Bali yang dulunya merupakan warga peserta transmigrasi. Mereka menyebar di sejumlah kecamatan, seperti di Kecamatan Toili, Toili Barat dan lainnya. Mereka merupakan tulang punggung di bidang pertanian.

Ketua Komisi III DPRD Badung, Nyoman Satria memaparkan, daerahnya lebih banyak bergantung pada bidang pariwisata, jasa, perdagangan dan pertanian. Dengan APBD mencapai Rp 4 triliun lebih. PAD mencapai Rp 2,9 triliun lebih. “PAD kami 94 persen berasal dari sektor pariwisata, yakni terbanyak dari pajak hotel dan restoran,“ papar Satria.

Dalam kunjungan ke DPRD Banggai, Wakil Ketua DPRD, I Putu Gumi menyebutkan, APBD Banggai 2016 sebesar Rp 1,7 triliun dengan PAD mencapai Rp 120 miliar. Setelah perubahan PAD meningkat menjadi Rp 140 miliar. Jumlah tersebut relatif masih sangat kecil sehingga belum bisa berbuat banyak. Pihaknya banyak ingin mengetahui kiat-kiat Badung dalam meningkatkan PAD. Pihaknya juga mengharapkan ada kerja sama dan bantuan hibah dari Pemkab Badung.

Baik Satria maupun Putu Gumi menyebutkan, ke depan kedua kabupaten terbuka untuk melakukan kerja sama. Kabupaten Banggai surplus beras, penghasil kelapa, produk perikanan yang tinggi dan potensi-potensi lainnya. “Peluang kerja sama itu sangat terbuka. Tentu nanti eksekutif masing-masing akan menindaklanjuti,” kata Satria.

Ketua Komisi II DPRD Badung, Nyoman Dirga Yusa pun menyebutkan, potensi kepariwisataan Kabupaten Banggai sangat besar, namun belum dikembangkan secara maksimal. Alamnya yang indah, yang merupakan perpaduan bukit dan laut (segara giri). Demikian juga pada sektor-sektor lainnya.

Di sela-sela kunjungan resmi ke Pemkab dan DPRD Kabupaten Banggai, rombogan DPRD Badung juga menyempatkan mengunjugi warga Bali. Khususnya yang bermukim di Desa Kamiwangi dan Desa Makapak, Kecamatan Toili Barat. Warga menyambut hangat kedatangan anggota DPRD Badung. Dilanjutkan simakrama dan sembahyang bersama di Pura Puseh Kamiwangi. Hal serupa juga dilakukan di Pura Agung Dasar Bhuana Kota Luwuk. *sar/*

BAGIKAN