Kerajinan Kayu Sintetik dari Sekam Padi Berpeluang Ekspor    

196

Singaraja (Bisnis Bali) – Sejumlah perajin kayu di Bali, khususnya Buleleng mengeluhkan makin lesunya ekspor kerajinan kayu. Selain faktor krisis ekonomi yang terjadi secara global, juga terkendala bahan baku yang selama ini sejumlah perajin hanya bisa mendapatkan bahan baku kayu dari luar Bali.

Karena di Bali tidak bisa memproduksi kayu, sementara untuk kerajinan masih menggunakan kayu dari luar dan tidak jelas verifikasinya serta harus bayar lebih dari 30 persen, yang akhirnya membuat perajin kesulitan untuk memproduksi kerajinan.

Hal itu di ungkapkan I Wayan Karyasa, salah seorang dosen dan peneliti sekaligus penemu serta penggagas Bali Synwood, yakni kerajinan berbahan kayu sintetik yang berasal dari sekam padi dan jerami, ketika di wawancarai Bisnis Bali, Sabtu (22/10).

Lanjutnya, kerajinan dari bubuk sekam padi dan jerami yang diolah menjadi kayu sintetik ini mampu menembus pasar internasional. Berbagai macam kerajinan berbahan olahan sekam padi ini seperti gebyok Bali, jendela ukir, patung, serta beberapa kerajinan dan ornamen lainnya. (ira)

BAGIKAN