Budi Daya Rumput Laut Tergerus Sektor Pariwisata

49

RUMPUT laut memiliki banyak khasiat mulai dari untuk kesehatan hingga kecantikan. Dari segi kesehatan, rumput laut telah melalui berbagai penelitian ternyata mampu mengatasi hipertensi. Sementara untuk kecantikan, rumput laut mampu menjaga keremajaan kulit.
Produksi rumput laut selama ini lebih banyak diekspor karena harga jualnya lebih tinggi. Meski prospek rumput laut sangat besar sebagai produk ekspor, budi daya rumput laut di Bali mulai tergerus oleh sektor pariwisata. Hal ini berdampak pada menurunnya produksi rumput laut.

“Volume produksi rumput laut semester I tahun 2015 mencapai 57.376,4 ton. Pada semester yang sama tahun ini turun menjadi 51.660,22 ton,” kata Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Bali, Made Gunaja kepada Bisnis Bali.
Menurut Gunaja, penurunan terjadi di semua kabupaten. Penurunan tertinggi terjadi di Kabupaten Klungkung yang disusul Kabupaten Badung. “Penurunan terjadi karena sebagian besar petani rumput laut memilih beralih profesi menjadi pramuwisata ataupun terjun di bidang pariwisata lainnya,” ujarnya.

Selain itu banyak pula pengembangan destinasi pariwisata di pesisir pantai. Dengan begitu, pesisir yang dulunya dijadikan tempat budi daya rumput laut saat ini telah beralih fungsi menjadi objek wisata. “Seperti pantai Pandawa di Kutuh, yang dulunya penghasil rumput laut terbesar di Kabupaten Badung,” tukasnya. (pur)

BAGIKAN