Serok Olahan Limbah, Miliki Nilai Ekonomi Tinggi  

67

Denpasar (Bisnis Bali) – Kreativitas memang sangat dibutuhkan untuk dapat eksis di masyarakat saat ini. Tidak hanya generasi muda yang mampu melakukan, usia lanjut pun masih tetap berkarya dan dapat memiliki pasar yang lumayan luas.

Salah seoarang pelaku idustri rumah tangga, khususnya dalam pembuatan serok, I Nyoman Minda (96 th), mengatakan, serok yang dibuatnya lumayan banyak permintaan. Saat ditemui dikediamannya di Dusun Binoh, Ubung Kaja, Denpasar, Jumat (21/10), dia mengaku mengerjakan sendiri serok-serok yang sudah dipasarkan ke berabagai wilayah.

“Bahan-bahan disiapkan oleh anak-anak saya, yang semua bahan didapatkan dari limbah hotel berupa jerigen bekas sabun laundry, serta kayu bekas olahan pabrik yang digunakan untuk gagang serok. Saya mengerjakan itu sendiri sambil menghabiskan waktu,” katanya.

Lebih lanjut dia mengatakan, dari pemotongan bahan hingga merakit dan menghaluskan kembali rakitannya, dia lakukan sendiri. Berdasarkan pantauan di tempat produksi, serok-serok yang dibuatnya cukup rapi dikerjakan, dengan pelapisan cat pada kayu, serta perakitan menggunakan baut yang sebelumnya telah dibor. Selain itu, pemotongkan barang bekas yang digunakan sangat rapi dan halus. Jadi tidak rugi jika harga satu serok ini dijualnya dengan harga Rp 20.000. Alat yang digunakan pun masih sangat sederhana.

“Dulunya saya pakai paku dalam merakit serok ini, namun karena tidak tahan lama dan hasilnya juga tidak bagus, saya ganti dengan menggunakan baut,” ungkap pria yang dulunya berprofesi sebagai undagi ini.(wid)

BAGIKAN