PHRI Denpasar Dukung Sertifikasi Profesi Pariwisata   

58
kup MUSCAB - Pemerintah Kota Denpasar dan PHRI mendorong seluruh seluruh naker pariwisata khususnya untuk hotel dan restoran di Kota Denpasar mengikuti sertifikasi kompetensi.

Denpasar (Bisnis Bali) – Dalam pengembangan pariwisata Kota Denpasar, Perhimpunan Hotel dan Restoran (PHRI) tetap berkomitmen mewujudkan pariwisata Denpasar yang kreatif dan berbudaya.

IB.  Gede Sidharta Putra yang terpilih kembali sebagai Ketua PHRI Kota Denpasar dalam Musyawarah Cabang II PHRI BPC Kota Denpasar Jumat (21/10) mengatakan PHRI Denpasar  siap mendukung program nasional termasuk program yang telah ditetapkan pemerintah Kota Denpasar melakukan sertifikasi seluruh tenaga kerja pariwisata khususnya untuk hotel dan restoran.

Diungkapkannya, PHRI akan ikut mendorong penerapan sertifikasi tenaga kerja (naker) pariwisata sesuai program nasional. Pemerintah telah memberikan kuota 23.000 naker pariwisata untuk diberikan sertifikasi secara gratis.

Ia menjelaskan melihat peluang tersebut PHRI Denpasar tentunya akan mensosialisasikan kembali kepada para pelaku usaha  pariwisata khususnya hotel dan restoran di kota Provinsi Bali ini.

Kegiatan sertifikasi untuk kepentingan peningkatan kompetensi naker pariwisata di Bali umumnya dan Denpasar khususnya. Sertifikasi Ini juga untuk memproteksi naker pariwisata lokal saat menghadapi persaingan dengan naker di luar negeri dalam ajang Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA).

Dipaparkannya, MEA pada dasarnya merugikan pelaku pariwisata di Indonesia. Ini dikarenakan Indonesia termasuk market besar sehingga menjadi target sasaran naker kerja dari luar negeri.

IB. Sidharta Putra meyakinkan orang Cina termasuk orang dari berbagai negara akan menyerbu Bali untuk bekerja. Untuk itu semua naker pariwisata di Kota Denpasar wajib tersertifikasi guna membentengi diri dari persaingan di pasar kerja.

Kepala Dinas Pariwisata Kota Denpasar, Wayan Gunawan mengatakan SDM hotel dan restoran di Denpasar yang sudah tersertifikasi kurang lebih  2000 naker. Mereka mengikuti kegiatan sertifikasi melalui Lembaga sertifikasi profesi (LSP).

Menurutnya, naker hotel dan restoran di Denpasar yang akan disasar untuk sertifikasi sekitar 7000 naker. Sekarang ini 2300 naker di Denpasar sudah tersertifikasi. Pemerintah Kota Denpasar menargetkan kegiatan sertifikasi untuk tenaga kerja hotel dan restoran di Denpasar akan dituntaskan sampai 2018. (kup)

BAGIKAN