Peluang Besar, Budi Daya Buah Naga masih Minim  

88

BUAH naga yang memiliki rasa manis asam dan banyak khasiatnya bagi kesehatan tubuh, mulai disukai masyarakat Bali. Prospek ke depan cukup menjanjikan, karena buah naga makin dikenal masyarakat.

Buah naga merupakan jenis tanaman kaktus yang berasal dari Meksiko, mulai merambah ke Indonesia pada tahun 2000 dalam bentuk buah dan baru dibudidayakan pada 2001. Di Bali budi daya buah naga belum begitu banyak, sehingga peluangnya sangat besar, mengingat kebutuhan buah di Bali sangat tinggi baik untuk keperluan upacara maupun konsumsi pariwisata.

Seperti diungkapkan Komang Asta, petani buah naga asal Buleleng. “Budi daya buah naga  tidak terlalu sulit dan nilai ekonomisnya cukup tinggi,” katanya.

Untuk budi daya terlebih dahulu harus disiapkan batang pohon naga yang sudah tua dan medianya, seperti tiang beton untuk penyangga dan pupuk yang sudah siap dipakai. Untuk penyangga bisa juga kita gunakan kayu rangdu dan kayu santen yang penting ukuranya sesuai agar bisa menopang pohon naga. Kalau semua sudah siap baru kita mulai tanam batang naga. Caranya buat gundukan melingkar, di tengahnya tanam tiang penyangga lalu di tengah gundukan kita isi pupuk lalu campur dengan tanah dan siram dengan air lalu baru  tancapkan batang naga yang sudah tua agar cepat tumbuh tunas baru dan batang naga kita ikat agar posisinya menempel pada tiang penyangga dan batangnya tidak jatuh bila ada gangguan. Untuk perawatan selanjutnya siram pohon naga 3 kali  seminggu dan pupuk 3 bulan sekali sampai bisa berbuah. “Biasanya kalau perawatannya tepat 1 tahun sudah bisa buah,” katanya. (pur)

BAGIKAN