Pengembangan Pondok dan Desa Wisata Implementasi Pariwisata Berkualitas

66

Denpasar (Bisnis Bali) – Pengembangan desa dan tumbuhnya pondok wisata menjadi upaya meningkatkan peran masyarakat di sektor pariwisata. Dewan Penasehat Gabungan Industri Pariwisata Indonesia (GIPI) Bali, Bagus Sudibya, Rabu (19/10) mengatakan meningkatkan animo wisatawan menikmati wisata desa merupakan  implementasi pariwisata berkualitas.

Diungkapkannya, pengembangan desa wisata ini dari awal untuk  mendidik masyarakat desa setempat sehingga mampu mengembangkan wilayah desa menjadi desa wisata. Masyarakat desa diarahkan memahami  tentang potensi desanya termasuk upaya masyarakat menyediakan akomodasi penginapan atau pondok wisata.

Ia menjelaskan, melalui pengembangan desa wisata masyarakat dididik dari sisi manajemen terpadu dan pengelolaan sektor pariwisata secara profesional. Masyarakat ditanamkan pemahaman holistik tentang arti penting peran pariwisata dalam pengembangan ekonomi suatu daerah atau desa.

Dipaparkannya, wisatawan yang berkunjung dan menginap di desa wisata tentunya tidak hanya berkantong tebal melainkan memiliki kepedulian tinggi terhadap pelestarian budaya dan lingkungan.

Masyarakat lokal dituntut memahami arti penting kebersihan lingkungan, pemeliharaan lingkungan serta pengelolaan kawasan hijau dan lestari.

Lebih lanjut dikatakan wisatawan yang berkunjung ke desa wisata tentunya wisatawan yang ingin melihat dan merasakan langsung kehidupan masyarakat desa. Masyarakat di desa wisata dituntut memiliki sikap yang ramah. Mereka juga dituntut menjaga keamanan di wilayahnya, serta proaktif melakukan kerjasama pengamanan lintas desa.

Di desa wisata, masyarakat desa bisa menawarkan pondok wisata. Mereka bisa menampilkan produk wisata atau paket wisata yang variatif. Ini dilakukan antara lain dengan mengajak wisatawan belajar membuat bahan upakara seperti canang sari.

Wisatawan juga bisa diajak belajar menari sebagai bagian pelestarian budaya. ” Yang paling menarik, wisatawan diajak belajar kuliner khas Bali sehingga wisatawan betul-betul bisa menikmati desa wisata  mulai dari alam,  linkungan dan kebudayaannya.

Menurutnya, paket desa wisata dan pondok wisata bervariasi.  Hal ini untuk mencegah produk wisata di Bali yang selama ini dicap monoton.

Owner Bagus Agro Plaga ini meyakinkan ketika produk wisatanya beragam akan meningkatkan daya tarik dan meningkatkan lama tinggal wisatawan. Dengan adanya beberapa desa wisata, wisatawan bisa  berpindah – pindah  menginap dari satu pondok wisata di satu desa wisata ke pondok wisata di desa wisata yang lain selama 2 minggu di Bali.

Bagus Sudibya menambahkan pasar pondok wisata dan desa wisata adalah wisatawan asal Eropa, Australia dan Amerika. Dengan waktu perjalanan yang jauh, mereka tentunya berharap bisa melihat dan menikmati  kehidupan masyarakat secara langsung melalui desa wisata. Pondok wisata dan daya tarik desa wisata ini dikemas sebagai magnet untuk menggaet semakin banyak wisatawan berkualitas berlibur di Bali. *kup