Kebaya Sifon Motif Kupu-kupu tetap Tren  

83

Denpasar (Bisnis Bali) –  Tren kebaya modifikasi masa kini yang beragam, menjadikan sebagian pebisnis dan desainer berobsesi untuk memberikan pilihan bagi konsumen kalangan ekonomi menengah ke bawah hingga menengah ke atas.

‘’Selama ini ada kesan kebaya-kebaya dengan desain dan motif tertentu dan merupakan keluaran terbaru harganya cenderung mahal,’’ ujar Riska, salah seorang pengelola butik kebaya di kawasan Denpasar, Rabu (19/10).

Padahal lanjut dia, hal itu secara tak langsung dapat membangun image, hanya kalangan atas yang bisa membeli.

‘’Kami sengaja membuat berbagai jenis kebaya dengan desain dan motif terbaru, kemudian menawarkannya dengan harga relatif terjangkau, sehingga tak sedikit konsumen yang dapat digaet,’’ ungkapnya.

Misalnya, hingga kini pihaknya menyediakan kebaya berbahan sifon bermotif kupu-kupu yang masih menjadi tren hingga kini. ‘’Kami menyediakan varian ini dengan harga berkisar Rp 300.000 per pcs,’’ jelasnya.

Katanya, bisnis kebaya belakangan ini kian marak. Pebisnis yang jeli membidik pasar, lanjutnya, jelas tak menyia-nyiakan peluang yang ada.

‘’Motif rumput laut, kipas dan kembang, juga tak kalah ramai konsumen, yakni rata-rata penjualan kami mencapai puluhan pcs per hari,’’ katanya.

Dengan motif yang tergolong baru ini, pihaknya harapkan penjualannya akan terus meningkat hingga akhir tahun.

Hal senada diungkapkan Sintya, salah seorang pengelola butik kebaya lainnya.  Pihaknya selalu menawarkan produk kebaya yang up to date dan berkualitas, sehingga produk-produk yang ditawarkan selain diminati pasar domestik juga sudah menembus pasar mancanegara.

’’Hampir tiap bulan produk-produk kebaya yang kami tawarkan selalu up to date, dengan model-model kebaya modifikasi dengan penggunaan payet-payet dan border,’’ ujarnya.

Lanjutnya, dengan modifikasi ini membuat tampilan kebaya yang ditawarkannya selalu menjadi incaran kaum wanita.

Dikatakan, untuk ditempatnya, permintaan kebaya cukup tinggi yang mana lebih dominan ke model-model kebaya baru, namun ada pula konsumen yang memilih kebaya hasil rancangan terdahulu.

Lebih jauh dikatakan, untuk memberikan kebaya berkualitas kepada konsumen, dalam segi bahan lebih banyak menggunakan sutra, yang mana memberikan rasa nyaman dan tampilan kebaya juga terlihat eksklusif, dengan penambahan bordir yang juga sesuai dengan keinginan konsumen.

“Bordir hampir tidak pernah lepas dari setiap kebaya yang kami produksi.  Hampir setiap bulan kami ada perubahan dari segi motif bordir,” ucapnya.

Dalam memproduksi kebaya, dirinya memiliki 5 orang tukang bordir, 2 orang tukang jahit, 1 orang tukang lukis serta 1 orang tenaga tukang pembuat pola. ‘’Dalam pemasaran kami selama ini, selain bisa pesan dan beli langsung, konsumen juga bisa membeli secara online melalui internet,’’ tandasnya. (aya)

BAGIKAN