Sistem “Online”,  Lebih Mudah  dan Cepat Penilaian Koperasi  

107

Denpasar (Bisnis Bali) – Di Kota Denpasar saat ini ada 1.010 koperasi. Jumlah yang cukup banyak ini menyebabkan terkendala pembinaan. Oleh karena itu, Dinas Koperasi dan UKM Kota Denpasar dengan menggandeng Telkom Bali meluncurkan sistem penilaian koperasi berbasis online. Sistem ini akan mempermudah sistem penilaian dan lebih cepat, sehingga dalam penilaiannya dapat dilakukan pada banyak koperasi.

Kepala Dinas Koperasi dan UKM Kota Denpasar, Made Erwin Suryadarma Sena, S.E., M.Si., didampingi Kabid Bina Usaha, IGA Yoni dan Kasi Penyuluhan, I Ketut Suta, Jumat (14/10) mengungkapkan, Dinas Koperasi dan UKM Kota Denpasar segera meluncurkan penilaian kesehatan koperasi  secara online bekerja sama dengan Telkom Bali. Penilaian koperasi sebelumnya dilakukan secara manual menyebabkan penilaian sangat terbatas. Dalam sehari hanya mampu menilai dua koperasi saja. Karena itu, untuk menilai banyak koperasi memerlukan waktu lama dan biaya yang dikeluarkan juga cukup besar. “Sistem online lebih mudah, tinggal turun ke lapangan dan meng-upload ke program yang disiapkan Telkom. Langsung dapat kami nilai dan segera akan keluar hasilnya,” kata Erwin.

Menurutnya, penilaian online merupakan bagian dari aksi plan Dinas Koperasi UKM Kota Denpasar. Di mana Wali Kota Denpasar, IB Rai Dharmawijaya Mantra mencanangkan Denpasar sebagai kota smart city untuk memberikan pelayanan dalam rangka penilaian kesehatan koperasi. Adanya sistem pelayanan ini tidak hanya 150 koperasi dinilai, melainkan bisa lebih banyak lagi karena waktunya lebih cepat. Hasilnya akan dinilai langsung dan skornya bisa diketahui dan parameter penilainya sudah ada, sehingga prin out-nya akan keluar.

Lebih lanjut Erwin Suryadarma mengemukakan, penilaian koperasi yang dilakukan sudah ada hasil nilainya. Hasil nilai koperasi tersebut, yakni sehat nilainya di atas 80, cukup sehat 60-79, dalam pengawasan 40-59, dan pengawasan khusus nilainya di bawah 40. Sehingga bisa memotret atau mengetahui posisi koperasi itu. “Bagi koperasi sangat penting untuk mengetahui kesehatannya. Biasanya ada eksternal koperasi minta bantuan kita dan ke perbankan. Kalau itu dilakukan maka koperasi tersebut harus melampirkan sertifikat kesehatan koperasi,” ujarnya.  *sta