Penisnis Endek Buleleng Berkembang, Motif Ceplok dan Sanan Empeg Jadi Pilihan   

218
  ira  Endek ceplok (pink) & endek sanan empeg (warna-warni).  

Singaraja (Bisnis Bali) – Endek, bagian dari warisan budaya yang memiliki nilai tersendiri dalam hal busana. Erat kaitannya dengan pelestarian budaya, karena di tengah serbuan berbagai model model inovatif, endek masih memiliki citra dan pangsa pasar tertinggi.

Ari Wisadi, owner toko busana Bali Lais Jalan Srikandi Singaraja ketika diwawancarai Bisnis Bali, Jumat (14/10) mengatakan, di tengah persaingan busana khususnya endek dari berbagai daerah dengan motif yang beragam pula, khusus pecinta endek khas Buleleng cenderung mengalami peningkatan.

Hal itu dibuktikan masih tingginya pesanan endek, baik untuk busana yadnya atau fashion casual. Ia mengatakan, Buleleng yang terkenal dengan endek mastuli ini memiliki ratusan motif dari perajin-perajin tenun yang ada seperti Desa Kalianget.

Dikatakan, saat ini penjualan endek khususnya khas Buleleng cukup bagus. Motif endek yang saat ini paling banyak diminati adalah motif ceplok dan sanan empeg.

“Kalau motif yang sering dibeli oleh pelanggan itu, endek motif ceplok dan sanan empeg. Sebenarnya tergantung pelanggan sih mau milih motif apa,” jelasnya.

Lanjutnya, peminat dan pemasaran endek ini hingga Denpasar. Dengan harga yang masih terjangkau peminat endek terus meningkat. Endek ceplok dan sanan empeg dijual di pasaran Rp 600.000per pcs. ira

BAGIKAN