UKM Perlu Kemudahan Akses Modal dan Birokrasi  

114
Tampak Ketua Kadin Denpasar Nugra Artana (paling kiri) dan Wakil Ketua Kadin Denpasar, Wayan Sukhana (paling kanan)mengapit dua anggota Kadin Bali dalam suatu pertemuan.

Denpasar (Bisnis Bali) – Untuk bisa berkembang dengan baik kalangan pelaku usaha khususnya  usaha kecil menengah (UKM) perlu sokongan pembiayaan/modal, serta kemudahan dalam akses birokrasi.

Ketua Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Kota Denpasar, I Wayan Nugra Artana, Kamis (13/10), menyampaikan, Undang – undang (UU) No 1 Tahun 1987 mengamanatkan Kamar Dagang dan Industri (Kadin) menghimpun para pengusaha baik itu Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Badan Usaha Milik Daerah (BUMD), Koperasi, dan Usaha Kecil Menengah (UKM).

Dalam kiprahnya hampir 29 tahun, memang terjadi pasang – surut baik di daerah maupun secara nasional. Namun demikian Kadin tak henti -hentinya melakukan sosialisasi tentang tugas – tugas Kadin sekaligus agar mampu mengembangkan sayap atau meningkatkan jumlah anggota.

Kadin Denpasar dengan 200 anggota saat ini dapat dibilang eksis dengan program – program asosiasi yang dijalankan pengurus. Hal ini tak lepas dari peranaktif pengurus dan anggota baik dalam rapat – rapat rutin maupun saat melaksanakan kegiatan terkait demi kemajuan dan tujuan asosiasi.

Mengenai permodalan, katanya, memang merupakan hal vital dalam perkembangan UKM anggota Kadin. Selama ini sebagian UKM memang masih terkendala hal tersebut. Upaya Kadin turut  mensosialisasi program pemerintah berupa kredit usaha rakyat (KUR) juga edukasi kepada UKM agar mampu mengelola usaha secara profesional dan memenuhi persyaratan untuk memperoleh permodalan juga kerapkali dilakukan.

Selain permodalan,  pemanfaatan teknologi dan inovasi, riset pasar, dan masalah inefisiensi UKM juga perlu terus diperbaiki ke depan. Tentu saja dalam hal ini pemerintah yang memiliki  peran strategis tetap bisa memberikan kemudahan – kemudahan bagi UKM untuk bisa berkembang. Sebab kemajuan UKM nantinya akan mampu memberi imbal balik yang positif bagi pembagunan daerah maupun meningkatkan devisa bagi negara. Itu karena tak sedikut produk UKM telah mampu memenuhi kebutuhan pasar luar negeri.

Wakil Ketua Kadin Denpasar, Wayan Sukhana menambahkan, dari sisi inovasi dan kreativitas, UKM Bali tak kalah handal karena memang Bali kaya dengan sumber daya alam (SDA) yang bisa dikelola secara kreatif dan inovatif untuk menghasilkan berbagai produk berdaya saing tinggi di pasar ekspor.

Secara pribadi dia menyebut usaha produk kosmetik dan aromaterapi Bali Tangi miliknya, dengan memanfaatkan bahan baku alami dan diolah memanfaatkan teknologi tepat guna juga menerapkan cara produksi kosmetik baik (CPKB) yang terbukti mampu bersaing di dalam maupun luar negeri.

Bahkan saat ini, akunya, masih dalam proses sertifikasi dan mendapat pengawasan dari BPOM Jakarta. Dia optimis UKM Bali mampu berkembang dibanding negara lain di ASEAN seperti Singapura,Malaysia, dan lainnya karena produk Indonesia khusudnya Bali diperoleh dari hasil – hasil pertanian dan perkebunan yang bukan saja berbasis ekonomi kerakyatan ditambah pengolahan produksi modern dapat dihadirkan produk – produk berkualitas dan pilih tanding. Seperti berbagai produk kosmetik herbal juga bahan aromaterapi untuk industri spa.

Sementara itu, Perwakilan dari Kadin Bali yang belum lama ini diutus ikut festival di Moskow,  Ayu Saraswati dan Fanina Yulianthi, M.Com., MPA menambahkan, daya saing produk UKM Bali dapat dihandalkan di luar negeri. Seperti produk spa dan lainnya.

Namun beberapa hal yang perlu dibenahi adalah penguasaan bahasa asing dari pelaku UKM, juga inovasi dan kreativitas produk berkelanjutan karena yang sejalan diberlakukannya embargo bagi negara ASEAN produk Thailand, Malaysia bisa menjadi pesaing Indonesia. (gun/)

BAGIKAN