Harga Emas Batangan di Pegadaian Merosot Tajam    

94

Denpasar (Bisnis Bali) –  Harga emas batangan (logam mulia) di Pegadaian terus mengalami penurunan. Pada Jumat (7/10) lalu harganya sempat menyentuh Rp 559.000 per gram, dan kini pada Rabu (12/10) kembali mengalami penurunan menjadi Rp 565.000 per gram.

Hal itu diungkapkan Humas PT Pegadaian Kanwil VII Bali-Nusra, Made Mariawan, S.E., M.M., Rabu  (12/10), di Renon.

Lanjutnya, dengan kembali turunnya harga logam mulia ini, pihaknya harapkan animo masyarakat untuk berinvestasi emas semakin meningkat.  “Permintaan emas batangan di Pegadaian hingga kini cenderung stabil, yakni rata-rata mencapai setengah kilogram per hari,” ungkapnya.

Ia mengatakan, masyarakat yang sering berinvestasi, maka momen ini bisa digunakan untuk membeli emas, karena memberikan keuntungan seperti jauh lebih murah dan aman serta tidak kena pajak.

“Oleh sebab itu, saya mengajak masyarakat untuk berinvestasi emas karena harganya pasti akan terus merangkak naik kedepannya,” katanya.

Selain investasi emas batangan, pihaknya juga mengajak untuk mengikuti program tabungan emas.  Kata Mariawan, Tabungan Emas ini, menyasar segmen masyarakat kelas menengah ke bawah.

Menurutnya, dengan produk baru ini sekarang semua lapisan masyarakat dapat memiliki emas.

“Tabungan bisa dibuka mulai nominal Rp 5.000, nanti uang yang ditabung dikonversikan ke emas. Ini lebih bisa dijangkau masyarakat kelas menengah bawah. Kalau produk emas mulia kan sudah ada pecahan emas yang pasti,” katanya.

Pihaknya ingin mengakomodir sisa uang belanja kalangan ibu rumah tangga dan mahasiswa. Dengan demikian, nasabah bisa menabung sesuai kemampuannya, kapan pun tanpa waktu yang ditentukan, uangnya dapat disetor ke Pegadaian.

“Setiap orang dengan Tabungan Emas ini, dapat leluasa melakukan investasi emas dengan minimal 0.01 gram emas, dan maksimal 100 gram emas per hari,” imbuhnya.

Proses menabung dapat dilakukan kapan saja dalam kelipatan 0.01 gram. Uang yang disetor akan dikonversi ke dalam emas sesuai harga ketika transaksi. Misalnya, nasabah menyetor uang Rp100 ribu, maka akan dikonversi menjadi emas dengan harga di hari tersebut.

Jika nasabah membutuhkan dana tunai, saldo emas pada rekening tabungan dapat sewaktu-waktu dijual kembali ke Pegadaian.

“Rekening tabungan emas juga setiap saat dapat dicetak menjadi emas batangan dengan pilihan kepingan satu gram, lima gram, 10 gram, 25 gram, 50 gram, 100 gram, 250 gram, dan membayar biaya cetak emas sesuai ketentuan biaya yang berlaku,” tandasnya. (aya)

BAGIKAN