Buleleng  Gelar FGD Sukseskan Program Kota Sehat  

1551
ira Kegiatan FGD di Hotel Banyualit Kamis (13/10).

Singaraja (Bisnis Bali) – Untuk mensukseskan program kabupaten/kota sehat di Indonesia yang dikeluarkan Kementerian Kesehatan Republik Indonesia (Kemenkes) RI dalam Peraturan Bersama Menteri Dalam Negeri dan Menteri Kesehatan Nomor 34 Tahun 2005 dan Nomor 1138/Menkes/PB/VIII/2005 tentang Pedoman Penyelenggaraan kabupaten/kota sehat, Pemerintah Kabupaten Buleleng melalui Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) mengadakan Focus Group Discussion (FGD) Buleleng Menuju Kabupaten Sehat, di Hotel Banyualit, Desa Kalibukbuk, Kecamatan Buleleng, Kamis (13/10).

Hadir dua narasumber yaitu, Fungsional Dir. Kesehatan Lingkungan Kemenkes RI, Dewi Marlina, SKM,MKM., dan Wijianto dari Forum Kabupaten Sehat Kabupaten Blitar Provinsi Jawa Timur, yang menjadi Best Practise Sinergitas percepatan penanggulangan kemiskinan. Acara di buka oleh Asisten dua Setda Buleleng, Drs. Ida Bagus Made Geriastika mewakili Bupati Buleleng, Putu Agus Suradnyana, ST ini, diikuti oleh Pimpinan SKPD lingkup Pemkab Buleleng, Polres Buleleng, camat, pimpinan BUMN/BUMD, Ttim Penggerak PKK Kabupaten Buleleng dan instansi terkait lainnya yang berjumlah 100 orang.

Dalam laporan Ketua Panitia yang dibacakan oleh Kepala Bidang Sosial Budaya Bappeda Buleleng, Drs. Dewa Made Sudiarta, FGD ini diselenggarakan untuk menyamakan persepsi  dan memberikan pemahaman pada seluruh pemangku kepentingan tentang pentingnya mewujudkan kabupaten/kota sehat. Digelarnya FGD ini diharapkan nantinya dapat merencanakan aksi atau program kerja pada berbagai tatanan guna mewujudkan Kabupaten Buleleng sebagai kabupaten sehat.

Sementara itu dalam sambutan Bupati Buleleng yang dibacakan oleh Asisten Dua Setda Buleleng, Drs. Ida Bagus Made Geriastika menyebutkan, Pemkab Buleleng telah melaksanakan berbagai program untuk mendukung Buleleng menjadi kabupaten sehat antara lain pembangunan IGD RSUD, pembangunan Rumah Sakit Pratama, percepatan pembangunan infrastruktur jalan, penataan kawasan perkotaan, perlindungan sosial, ketahanan pangan, pengelolaan persampahan, pelestarian lingkungan, penataan destinasi wisata, penanaman dan pelestarian budaya, perlindungan anak dan perempuan.

Buleleng juga telah membentuk Tim Pembina Kabupaten Sehat Kabupaten Buleleng melalui SK Bupati Buleleng Nomor 44/632/HK/2016 diharapkan tim pembina ini bisa dirumuskan berbagai strategi yang terintegrasi, partisipatif dan berkelanjutan melibatkan berbagai pihak, baik pemerintah, dunia usaha dan masyarakat. (ira)