Alih Fungsi tak Terbendung, Tabulampot Padi Jadi Solusi  

68

Denpasar (Bisnis Bali) – Alih fungsi lahan yang tidak terbendung belakangan ini menjadi kendala bagi pertanian di Bali. Swasembada pangan yang ditargetkan tidak mungkin tercapai, akibat lahan pertanian yang makin menyempit.
Berbagai upaya peningkatan hasil pertanian pun dilakukan, baik oleh pemerintah maupun oleh para akademisi di bidang pertanian. Salah satu upaya meningkatkan produksi pertanian dengan memanfaatkan lahan sempit yang cukup menarik adalah tabulampot.

Selama ini, masyarakat mungkin hanya mengenal tabulampot yang berupa tanaman buah dan sayuran. Namun para akademisi pertanian telah berpikir jauh ke depan, bila lahan pertanian benar-benar habis. “Tabulampot padi adalah solusinya,” kata Dr. Ir. I Ketut Arnawa, M.P., akademisi pertanian Universitas Mahasaraswati (Unmas) Denpasar.
Tabulampot padi dari segi produksi tidak berbeda dengan menanam padi secara konvensional. “Dengan tabulampot, semua bisa dikontrol, mulai dari unsur hara hingga gangguan hama. Dengan begitu, hasil produksi dari tabulampot bisa lebih baik dari bertanam padi konvensional,” katanya. – Selengkapnya Baca Koran Harian Bisnis Bali  (pur)

BAGIKAN