20 Negara Meriahkan Karnaval Kebudayaan WCF Denpasar  

345
sta WCF - Karnaval kebudayaan serangkaian World Culture Forum (WCF) dibuka Dirjen Kebudayaan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Hilmar Farid didampingi Wali Kota Denpasar, IB Rai Dharmawijaya Mantra, Ketua DPRD Kota Denpasar I Gusti Ngurah Gede, Wakil Wali Kota Denpasar IGN Jaya Negara dan Sekda Kota Denpasar AAN Rai Iswara. Pembukaan ditandai dengan pelepasan busur  pànah Cakra Bhuana Mandala Budaya.  

Denpasar (Bisnis Bali) – Karnaval kebudayaan serangkaian Word Culture Forum (WCF) bertaraf internasional ini resmi dibuka, Selasa (11/10) lalu di Lapangan Puputan Badung, I Gusti Made Agung.

Kegiatan ini dibuka resmi Dirjen Kebudayaan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Hilmar Farid didampingi Wali Kota Denpasar, IB Rai Dharmawijaya Mantra, Ketua DPRD Kota Denpasar I Gusti Ngurah Gede, Wakil Wali Kota Denpasar IGN Jaya Negara dan Sekda Kota Denpasar AAN Rai Iswara, yang ditandai dengan pelepasan busur pànah Cakra Bhuana Mandala Budaya.

Karnaval budaya ini dimeriahkan 20 negara peserta delegasi Word Culture Forum, yang di antaranya Taiwan, Khazaktan, Yunani, Polandia, Argentina, Thailand, Bulgaria, Italia, Uzbekistan dan Rusia  mengikuti karnaval atau parade kebudayaan hari ini.

Semaraknya parade budaya ini sangat terlihat dari antusias para peserta yang  tampil membawakan kesenian serta kebudayaan negara mereka dalam karnaval ini. Berbagai kesenian dan budaya berbagai negara tumpah ruah di Lapangan Puputan Badung menyatu dalam sebuah kebahagiaan dalam budaya. Penampilan kesenian dari berbagai negara juga sangat menarik seperti negara Khazaktan menampilkan tarian Kara Zhorga yang mempertontonkan sebuah tarian dari kecantikan dan keindahan gadis Khazaktan yang luwes dengan gerak tangannya merefleksikan keindahan musik Khazaktan. Taiwan juga tak mau kalah, negara ini menampilkan kesenian perpaduan antara tarian dan beladiri yakni Bruce Lee Taiwan Kungfu Grand Master. Tak kalah juga penampilan dari Uzbekistan, dengan menampilkan 4 tarian yang mewakili 4 kotanya. Indonesia menampilkan kesenian Bali yang dibawakan oleh mahasiswa ISI Denpasar menyuguhkan fragmentari Ketug Bumi. Tarian ini merupakan sebuah seni gamelan baru, yang terinspirasi dari bala tentara Dewa Indra yang menyerang pasukan Maya Denawa. Di mana Ketug Bumi diasosiasikan sebagai musik yang mampu mengguncangkan jagat raya dan nuansa baru ini bisa diharapkan menggugah semangat. Tidak hanya kesenian, Pemkot Denpasar juga menampilkan aneka kuliner tradisional Bali. Sebanyak 15 stan kuliner tradisional Bali yang ditampilkan kepada para peserta dan delegasi serta masyarakat Kota Denpasar secara gratis.

Wali Kota Denpasar, IB Rai Dharmawijaya Mantra, sangat bangga dan berterima kasih karena Kota Denpasar dipilih sebagai tempat penyelenggaraan kegiatan karnaval budaya Word Culture Forum tahun 2016. Kesempatan ini menjadi pengalaman berharga bagi Kota Denpasar untuk dapat terus meningkatkan profesionalisme dalam menangani perhelatan seni budaya.

“Saya juga mengucapkan terimakasih kepada para seluruh delegasi dari negara-negara sahabat yang hadir dan telah ikut berpartisipasi dalam karnaval budaya ini. Semoga bisa memperoleh kenyamanan dan berkesan yang baik terhadap Kota Denpasar ini,” ujar Rai Mantra. (sta)

BAGIKAN