Bawah Laut Bali Unggulan Kerusakan Terumbu Karang Wajib Ditekan

69
kup RAMBU - GIPI Bali melakukan pemasangan rambu--rambu peringatan sebagai tanda larangan perusakan terumbu karang di antaranya dalam bahasa Mandarin guna menekan kerusakan terumbu karang seperti yang terjadi di Nusa Penida.

Sebagai kawasan pariwisata dunia, Bali mengandalkan potensi wisata bahari dengan keindahan alam bawah laut sebagai salah satu daya tarik unggulan dalam wisata tirta. Sejauhmana upaya pelaku pariwisata di Bali yang tergabung dalam Gabungan Industri Pariwisata Indonesia (GIPI) Bali dalam memproteksi keindahan bawah laut?

BARU-BARU ini pariwisata Bali sedikit tercoreng ulah divers nakal yang mencorat-coret terumbu karang di kawasan wisata tirta Toya Pakeh, Nusa Penida. Ini menjadi catatan bagi pariwisata Bali begitu mudahnya para diver merusak keindahan bawah laut Nusa Penida.
Jika dilihat lebih dalam, aksi corat-coret terumbu karang ini terjadi berawal dari langkah iseng dari divers Cina membubuhkan tanda tangan atau nama sebagai tanda pernah menyelam di Nusa Penida. Langkah iseng berbuah fatal karena berakibat kerusakan terumbu karang.
Wisatawan ini berani mencorat-coret terumbu karang ini dikarenakan tidak adanya rambu-rambu yang jelas. Ini termasuk tidak ada sanksi tegas jika wisatawan yang melakukan perusakan terumbu karang.  Tidak adanya rambu-rambu yang jelas tentunya pelaku pariwisata di Bali tidak bisa sepenuhnya menyalahkan wisatawan.  – Selengkapnya Baca Koran Harian Bisnis Bali  (kup)