Badung Jadi ”Pilot Project” Reformasi Online Perpajakan Terima Hibah Program TRAMPIL dari ADB dan Pemerintah Swiss

360
ist FOTO BERSAMA - Bupati Badung I Nyoman Giri Prasta  foto bersama dengan Asian Development Bank Rabin I. Hattari dan Duta Besar Switzerland Remy Duiven, saat berkunjung ke Puspem Badung, Selasa (11/10) kemarin.

Mangupura (Bisnis Bali) – Asian Development Bank (ADB) melalui Pemerintah Swiss melakukan kerja sama dengan Pemerintah Kabupaten Badung dalam rangka mengoptimalkan perpajakan di Badung. Kerjasama ini akan diwujudkan dalam bentuk hibah dari Pemerintah Swiss kepada Kabupaten Badung. Hibah tersebut berupa program modernisasi administrasi dan perbaikan kebijakan penerimaan pajak di tingkat pemerintah daerah 2015-2018 atau lebih dikenal dengan Program TRAMPIL (Tax Revenue Administration Modernization and Policy Improvement in Local Governments).

Hal tersebut terungkap saat Bupati Badung I Nyoman Giri Prasta, S.Sos. menerima Public Management Economicst (Fiscal Management & Social Security) Asian Development Bank Rabin I. Hattari bersama Duta Besar Switzerland di Indonesia Remy Duiven dan salah satu perwakilan dari ADB Tuti Supardjo di Puspem Badung, Selasa (11/10) kemarin. Pada kesempatan itu, Bupati Giri Prasta didampingi Sekkab Badung Kompyang R. Swandika, Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesra IB Yoga Segara, Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Dewa Apramana, Kepala Bappeda Litbang I Wayan Suambara, Kadispenda I Wayan Arnawa, Kadishubkominfo I Wayan Weda Dharmaja, Kabag Keuangan Gede Suyasa dan Kabag Administrasi Pemerintahan Umum Gst. Made Dwipayana.
Menurut Rabin I. Hattari, Asian Development Bank bekerja sama dengan Pemerintah Swiss akan memberikan hibah kepada Kabupaten Badung untuk peningkatan pajak daerah. “Dana ini diberikan oleh pemerintah Swiss dengan harapan dari pemerintah Swiss daerah-daerah yang dipilih sebagai pilot project bisa melakukan programnya sendiri dan untuk ke depannya bisa berkelanjutan dan mandiri,” jelasnya.

Dijelaskan, Badung menjadi salah satu dari enam daerah lainnya di Indonesia yang dijadikan pilot project untuk program hibah ini. Daerah-daerah ini juga telah dipilih oleh Kementerian Keuangan, karena dana hibah ini melalui Kementerian Keuangan. “Dipilihnya Badung, karena potensi pajak daerahnya besar dan ke depannya kita melihat ini sesuatu yang bisa direflikasikan di tempat lain,” tambahnya. Dijelaskan pula, program ini tidak hanya melihat dari sistemnya namun akan dilihat secara holistik, sehingga pajak di Badung bisa mencapai terget sesuai RPJMD.
Embassy of Switzerland in Indonesia Remy Duiven menambahkan, program TRAMPIL ini merupakan salah satu komitmen dari Pemerintah Swiss terhadap Indonesia dalam pengembangan ekonomi di Indonesia.
Ada dua sektor yang dilihat yaitu pertama, reformasi di publik sektor dan kedua pengembangan sektor swasta. “Program ini berupa hibah, meskipun dana hibah kami melihat ini satu investasi. Swiss ingin melihat Pemda punya interest ke luar dalam reformasi pajak daerah dan kedepannya diharapkan bisa membawa program ini berkelanjutan,” jelasnya.
Bupati Giri Prasta menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada pihak pemerintah Swiss dan ADB terkait bantuan dana hibah ini. Bupati mengakui hibah melalui program TRAMPIL ini memang menjadi kebutuhan dari Badung. Menurut Bupati, hal ini sangat sejalan dengan komitmen Pemkab Badung ke depan untuk menjadi salah satu role model reformasi perpajakan, yang tujuan akhirnya untuk kesejahteraan masyarakat. “Melalui kerja sama ini, nantinya kami harapkan tidak terjadi lose pajak di Badung. Kami ingin betul-betul urusan berkenaan dengan pajak terutamanya dari pajak hotel dan restoran ini memang harus transparan dan terbuka,” tegasnya.
Giri Prasta mengungkapkan, tahun 2016 ini APBD Badung Rp 4,1 triliun dan untuk tahun 2017 dirancang meningkat menjadi Rp5 triliun dan peningkatan ini diharapkan dari pajak hotel dan restoran. Untuk mewujudkan hal tersebut, Dispenda mengupayakan untuk penambahan pemasangan tapping box serta melalui sistem web service secara online. Kerja sama ini bukan sebatas untuk sistem perpajakan, namun ke depannya akan diperluas dalam bentuk lain seperti program Badung Smart City. Realisasi program ini akan diawali dengan penandatanganan letter of intent (LoI) yang diharapkan dilaksanakan tahun ini. Saat ini sedang disusun materi LoI baik oleh ADB maupun oleh SKPD di Kabupaten Badung. (sar/)