Semrawut, Pasar Tumpah Sanglah Ditertibkan  

66
sta Satpol PP Kota Denpasar menertibkan PKL yang berjualan di atas trotoar Pasar Sanglah. PKL melanggar ketertiban umum.

Denpasar (Bisnis Bali) – Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Denpasar bersama Tim Gabungan Yustisi Kota Denpasar yang terdiri dari unsur TNI, Polri, Polsek Densel, Polresta, Pengadilan dan Kejaksaan, DKP Kota Denpasar, DTRP Kota Denpasar Kecamatan Densel, serta aparat desa setempat, menindak tegas para Pedagang Kaki Lima (PKL) yang tumpah ruah berjualan di atas trotoar dan badan jalan di Pasar Sanglah, Senin (10/10).

Pasar terkesan semrawut dan jalan lalulitas menjadi krodit. Penertiban dimpimpin langsung Kabid Penertibaan Umum dan Kesejahteraan Masyarakat Satpol PP Kota Denpasar, I Ketut Gede Gunawan. Pelaksanaan penertiban ini berlangsung cepat dan tegas dengan menertiban puluhan PKL yang tumpah kejalanan. Walaupun Tim Yustisi sempat bersitegang dengan para PKL, karena beberapa pedagang mengaku sudah membayar sewa untuk berjualan kepada pemilik toko yang ada di Pasar Sangglah untuk berjualan di depan ruko tersebut. Namun, Tim Yustisi menindak tegas semua PKL ini karena sudah melanggar ketertiban bejualan dengan menggunakan badan jalan.

“Para PKL ini padahal sudah kami peringati dan kami imbau setiap hari oleh aparat Satpol PP untuk tidak berjualan sampai keluar ke badan jalan, akan tetapi masih saja membandel dan berjualan di badan jalan,’’ katanya.

Pihak Pol. PP, katanya, sudah memberi kebijakan dan menunggu beberapa waktu untuk tidak berjualan sampai tumpah ke jalan melewati jam operasional pasar pagi. ‘’Kalau masih saja bandel tetap akan kami angkut dan tindak tegas,” jelas Kabid Penertibaan Umum dan Kesejahteraan Masyarakat Satpol PP Kota Denpasar, I Ketut Gede Gunawan saat penertiban sedang berlangsung.

Lebih lanjut dikatakan, tindakan tegas yang dilakukan ini melihat terganggunya kenyamanan masyarakat yang melintasi wilayah Pasar Sanglah serta membuat kemacetan di sepanjang Jalan Diponogoro, tepat di depan Pasar Sanglah pada pagi harinya, yang disebabkan para PKL ini berjualan di atas trotoar dan menggunakan badan jalan yang membuat masyarakat terganggu dan tidak nyaman. Langkah penertiban ini juga dilakukan menindaklanjuti laporan dari masyarakat yang terganggu kenyamanannya, serta diharapkan tindakan ini mampu memberikan rasa aman dan nyaman kepada pengguna jalan yang melintasi kawasan Pasar Sanglah.

Selain itu, para PKL yang berjualan di atas trotoar dan badan jalan ini juga sudah jelas melanggar Perda Nomor 1 Tahun 2015 tentang ketertiban umum dan melanggar Pasal 22 tentang tertib berjualan, dengan ancaman denda pidana kurungan paling lama 3 bulan dan denda paling besar mencapai 25 juta rupiah. ‘’Jadi penertiban para PKL yang tumpah ke jalan ini sudah kami laksanakan sesuai dengan mekanisme dan prosedur yang ada, yang mana para PKL yang melanggar ini akan kami sidang timpiringkan nantinya sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku,’’ tandasnya.(sta)

 

BAGIKAN