Pemasaran Kain Tenun Rangrang Nusa Penida kian Meredup  

90
  wid Salah seorang perajin kain tenun rangrang,  melayani konsumen yang datang.

Semarapura (Bisnis Bali) – Naik turunnya pemasaran busana,  sering terjadi di masyarakat. Salah satunya,  kain tenun rangrang khas Nusa Penida yang sempat booming 5 tahun silam,  saat ini mulai meredup.  Pasalnya, dari biasanya permintaan yang mencapai 1000 pcs per bulan,  saat ini turun drastis,  yang hanya bisa laku 100 pcs per bulannya.

‪Hal ini diungkapkan salah seorang penenun kain rangrang,  Ni Luh Nusantari,  saat ditemui di Nusa Penida,  belum lama ini.  Dia mengatakan,  banyaknya pesaing serta munculnya berbagai kain rangrang tembakan yang membuat pemasaran kain tenun rangrang khas Nusa Penida menurun.

‪”Saat ini banyak kain rangrang print buatan pabrik,  yang harganya jauh lebih murah. Tentunya itu menjadi pesaing kita saat ini,” katanya.

‪Selain itu, dia juga mengatakan, berkembangnya kain tenun dari daerah-daerah lainnya seperti kain tenun ikat dari Lombok menimbulkan persaingan yang lumayan kuat. “Karena pangsa pasar kita banyak di wilayah Jakarta,  dan sekarang kain tenun daerah lain sudah mulai terkenal,  sehingga membuat kain tenun kami juga menjadi redup,” tambahnya.

‪Dengan demikian,  dia mengaku, tidak bisa menjual kain tenunnya dengan harga yang sesuai,  melainkan harus dijual dengan harga murah, otomatis dengan keuntungan yang sedikit.

“Kalau dihitung harga penjualannya tidak sebanding dengan pengerjaannya saat ini.  Karena barang banyak kami produksi, terpaksa harus kami jual dengan harga murah,  agar bisa laku saja di pasaran,” tambahnya.

‪Lebih lanjut dia mengatakan,  menenun adalah pekerjaan satu-satunya yang bisa dikerjakan oleh sebagian penduduk di Nusa Penida. Sehingga,  mau tidak mau,  walaupun sedikit untung,  tetap dikerjakan masyarakat. Selain itu, hal ini juga dimaksudkan untuk menjaga warisan budaya yang dimiliki.

‪Dia mengatakan,  untuk menghasilkan satu buah kain rangrang membutuhkan waktu empat hari sampai satu  minggu pengerjaan. Dan untuk harga,  dia mengatakan,  berbeda-beda tergantung dari bahan pembuatan (benang) yang digunakan serta warna (menggunakan warna alami atau kimia). Satu buah kain tenun rangrang dihargai mulai  Rp 150.000 hingga Rp 1.5 juta per pcs.

‪Dia berharap,  kain tenun yang dulu sempat menjadi buruan masyarakat bisa eksis kembali sehingga penjualan kain tenunnya bisa seperti dulu yang sangat laris dipasaran. (wid)

BAGIKAN